Tutup
Headline

Miris, Belum Ada Calon Walikota Miliki Konsep Majukan Pariwisata Kota Yogyakarta

55
×

Miris, Belum Ada Calon Walikota Miliki Konsep Majukan Pariwisata Kota Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
BOBBY ARDYANTO SETYO AJIE: Ketua DPD Gabungan Industri Parwisata Indonesia (GIPI) DIY. (azam/zonajogja.com)

ZonaJogja.Com – Pelaku pariwisata bersuara keras terhadap  bakal calon kepala daerah Kota Yogyakarta.

Adalah Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji  yang menganggap  para balon walikota  tidak memiliki konsep jelas memajukan pariwisata di Kota Yogyakarta.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Sejauh ini, saya belum pernah mendengar gagasan dan konsep mengelola pariwisata dari para balon walikota,” kata Bobby  kepada ZonaJogja.Com, hari ini (10/6/2024).

Para balon walikota rata-rata hanya bicara tentang UMKM. Padahal, UMKM hanya dampak kegiatan pariwisata atau pendidikan.

BERITA LAIN: Juara Festival Olahraga Tradisional, Tim Geblegan Kulon Progo jadi Wakil DIY di Sulawesi

Sementara pariwisata dan pendidikan  menjadi sumber utama pendapatan asli daerah Kota Yogyakarta.

Dua sektor andalan itu juga menjadi penopang kehidupan masyarakat Yogyakarta.

“Masihkah pariwisata menjadi lokomotif penggerak ekonomi Kota Yogyakarta? Ataukah pariwisata sudah menjadi gerbong?” ujar Bobby.

Pertanyaan itu seharusnya menjadi bahan kajian para calon walikota. Memetakan aspek pendukung dan faktor yang kontraproduktif dalam memajukan pariwisata di Kota Yogyakarta.

Selanjutnya dikongretkan dalam konsep pengembangan pariwisata yang sehat.

Bisa menjadi lokomotif ekonomi  yang membawa gerbong 13 usaha jasa pariwisata, termasuk ekonomi kreatif.

BERITA LAIN: Pemkab Kulon Progo dan Pengelola Sinergis, Wisata Pantai Glagah Makin Strategis

Kata Bobby, tiga belas usaha jasa pariwisata  meliputi daya tarik wisata, desa wisata, kawasan pariwisata.

Jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi.

MICE, jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, dan Spa.

“Mohon maaf. Miris saat Yogyakarta hidup dari  ekonomi pariwisata  dan pendidikan,  tapi belum ada calon pemimpin yang mampu memaparkan konsep kedua locus dalam menghadapi tantangan Yogyakarta ke depan,” kata Bobby. (*)