Wisata

Kampanye “Laku Wirasa”, Dinas Pariwisata Kulon Progo Gelar Fam Trip Difabel, Anak-anak Dibahagiakan

×

Kampanye “Laku Wirasa”, Dinas Pariwisata Kulon Progo Gelar Fam Trip Difabel, Anak-anak Dibahagiakan

Sebarkan artikel ini
ATENSI: Bupati Kulon Progo, R Agung Setyawan; Wabup Ambar Purwoko; dan Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito sedang mendampingi anak-anak disabilitas melukis di papan. (azam/zonajogja.com)

Kulon Progo, ZonaJogja.Com – Inilah enaknya berwisata di Kabupaten Kulon Progo. Semua masyarakat bisa menikmati pariwisata, termasuk para penyandang disabilitas.

Pasalnya, Dinas Pariwisata Kulon Progo telah melengkapi sarana wisata berupa Inclusive Tourism Information Center (ITIC).

ITIC adalah pusat informasi wisata inklusif kali pertama di Indonesia. Hari ini (8/7/2025), Dinas Pariwisata Kulon Progo memanjakan 40 penyandang disabilitas.

Mereka diajak jalan-jalan melalui kegiatan Fam Trip Difabel (FTD) 2025. FTD 2025 merupakan penyelenggaraan ke lima sejak kali pertama digelar tahun 2020.

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan potensi wisata Kulon Progo. Juga mendorong terciptanya destinasi inklusif dan ramah disabilitas.

BERITA LAIN: Pencari Kerja Berebut Peluang di Job Fair Yogyakarta 2025, jadi Solusi Atasi Pengangguran

CERIA: Anak-anak disabilitas menikmati pemandangan alam dari gedung Amphiteater Tonogoro. (azam/zonajogja.com)

Para penyandang disabilitas yang rata-rata berusia muda ini dikumpulkan di kantor Dinas Pariwisata Kulon Progo di Jalan Sugiman12 Serut, Kapanewon Pengasih.

Acara diawali mengajak puluhan penyandang disabilitas  masuk ke gedung ITIC.

Di ruangan yang sejuk ini, mereka dikenalkan dengan teknologi modern. Yakni, menggunakan virtual reality (VR) untuk menjelajahi destinasi wisata di Kulon Progo secara virtual.

Para penyandang disabilitas bisa melihat tempat-tempat wisata melalui perangkat VR.

Saat menggunakan VR, ada rekomendasi jalur wisata bagi tunadaksa dan tunanetra dengan sistem penanda hijau, kuning, dan merah.

BERITA LAIN: Naura Aulia, Pelajar Enerjik dari Kota Yogyakarta yang Terpilih jadi Anggota Paskibraka Nasional

Perbedaan warna menandakan tingkat kemudahan akses. Apakah penyandang disabilitas bisa masuk kawasan wisata atau tidak.

Satu jam kemudian, 40 penyandang disabilitas yang didampingi 20 orang bersama-sama mengunjungi Desa Wisata Jatimulyo dan Desa Wisata Purwosari.

Di sini, mereka dikenalkan dengan tanaman, peternakan dan diselingi permainan yang menyenangkan.

Setelah makan siang, rombongan berangkat menuju lokasi terakhir rangkaian  Fam Trip Difabel (FTD) 2025 di Amphiteater Tonogoro.

Amphiteater Tonogoro berada di Jalan Kalibawang-Sendang Sono, Kempoeng, Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang.

BERITA LAIN: Edward, Anak Petani yang Terima Beasiswa Rp 1 Miliar dari Fakultas Kedokteran UAD

SENI MURAL: Para penyandang disabilitas sedang menuangkan imajinasi dengan melukis di papan. (azam/zonajogja.com)

Jaraknya sekitar 30 kilometer dari pusat keramaian Kabupaten Kulon Progo. Gedung amphiteater menjadi pelengkap keberadaan Embung Tonogoro.

Di bukit Menoreh, para penyandang disabilitas bertatap muka dengan Bupati Kulon Progo, R Agung Setyawan; dan Wabup Ambar Purwoko.

Juga hadir sejumlah asisten daerah beserta jajaran pemerintahan Kapanewon Kalibawang.

“Acara hari ini merupakan bagian kampanye “Laku Wirasa”,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito SSn MA saat memberi sambutan.

Laku Wirasa adalah akronim dari Layanan Kulon Progo Wisata Ramah Disabilitas. Kata Joko, ikon tersebut sebagai wujud komitmen Pemkab Kulon Progo membangun pariwisata inklusif.

BERITA LAIN: Gunakan Sepeda Motor, Pria Ini Jualan Sayur Sejauh 30 Kilometer, Hasilnya Bikin Hidup jadi Bahagia

TONOGORO: Menjadi wisata unggulan di Kulon Progo. (azam/zonajogja.com)

Usai acara sambutan, dilanjutkan lukis mural. Media yang dilukis adalah sepuluh papan. Jika papan-papan itu sambung, terbaca tulisan “Laku Wirasa”.

Ada papan bergambar gunungan, piring, wakul, burung, kambing, dan aksara Jawa.

Setelah diberi aba-aba, sejumlah penyandang disabilitas langsung menuju tempat melukis.

Bupati Agung Setyawan, Wabup Ambar Purwoko dan para asisten daerah ikut menggoreskan cat di papan. (*)