Kesehatan

Danais Biayai Pembangunan IGD Dual Function di RSJ Grhasia, Pasien Non-Psikiatri yang Berobat Terus Bertambah

465
×

Danais Biayai Pembangunan IGD Dual Function di RSJ Grhasia, Pasien Non-Psikiatri yang Berobat Terus Bertambah

Sebarkan artikel ini
PEMDA DIY MELAYANI: Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X menyimak penjelasan Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi MPH tentang peralatan medis di IGD Dual Function. (Humas Pemda DIY)

Sleman, ZonaJogja.Com – Layanan kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia  semakin lengkap.

Didukung Dana Keistimewaan (Danais), rumah sakit yang berlokasi di Kapanewon Pakem ini telah dilengkapi Instalasi Gawat Darurat  (IGD) Dual Function.

IGD-Dual Function RSJ Grhasia yang diresmikan Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X pada 24 April lalu, tak hanya melayani kegawatdaruratan jiwa.

Tetapi, juga mampu melayani kegawatdaruratan pasien dengan penyakit atau gangguan kesehatan lain (non-psikiatri).

Dual Function RSJ Grhasia siap memberi pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Disiapkan juga menjadi rumah sakit penyangga bila sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi.

Sultan mengatakan RSJ Grhasia memiliki rekam jejak  yang  baik  menangani pasien dengan pendekatan medis, psikologis, dan sosial.

BERITA LAIN: UAD Wisuda 1.348 Lulusan, Rektor Muchlas: Jika Cari Alumni Berprestasi, Lulusan  UAD Pilihannya

BINCANG-BINCANG: Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X diskusi dengan Sekda Sleman, Susmiarto (batik biru); dan Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho (batik lengan panjang) di sela acara peresmian. (istimewa)

“Peresmian IGD hari ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik. Tetapi merupakan langkah strategis meningkatkan respons layanan kesehatan jiwa yang cepat, tanggap, dan berorientasi pada keselamatan serta martabat pasien,” kata Sultan didampingi Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho.

Juga hadir Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie; Sekda Sleman, Susmiarto; Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DI,  R Agus Trimurjanto, dan Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi MPH.

Lantas, apa saja fasilitas IGD Dual Function?  IGD Dual Function menerapkan standar operasional untuk pelayanan yang cepat, aman, dan profesional.

Dilengkapi  fasilitas medis dan non-medis sesuai  kondisi pasien  yang memerlukan penanganan darurat.

BERITA LAIN: Dandim Arif Setiyono, Penyuka Bakpia yang Ramah, Peduli Lingkungan

Ruangan juga didesain untuk menangani pasien dengan kondisi medis umum yang memerlukan penanganan darurat, termasuk pasien yang menjadi korban bencana alam.

Ada ruang triase, ruang resusitasi, ruang observasi, dan ruang CT scan. IGD Dual Function juga dilengkapi peralatan medis sesuai standar pelayanan gawat darurat, termasuk peralatan stabilisasi krisis membantu proses pemulihan.

Sultan mengatakan, IGD Dual Function semakin mempertegas peran RSJ Grhasia sebagai garda terdepan penanganan kondisi psikiatrik akut.

“Layanan IGD Dual Function adalah upaya menyempurnakan ekosistem pelayanan yang inklusif dan menjangkau semua lapisan masyarakat,” kata Sultan.

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho mengungkapkan, alokasi dana keistimewaan untuk RSJ Grhasia dimulai tahun 2024.

BERITA LAINKrista Exhibitions Gelar Workshop Pastry & Bakery Culinary, Juga Ada Demo Masak

Atensi ini dilakukan untuk memaksimalkan peran rumah sakit terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Danais digunakan untuk  pembangunan gedung instalasi medis, instalasi farmasi, dan pembangunan fasilitas lain yang diharapkan bisa selesai tahun 2027.

“Total anggaran keseluruhan yang diperlukan mencapai Rp360 miliar. Mengingat besarnya pembiayaan pembangunan pelayanan kesehatan, kami berharap dukungan bapak dan ibu di Jakarta,” kata Aris.

Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi MPH mengatakan, perhatian Pemda DIY melalui dana keistimewaan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Danais mendorong percepatan transformasi layanan kesehatan di RSJ Grhasia,” terang Akhmad.

BERITA LAIN: Jogja Food & Beverage Expo 2025 di JEC, Diikuti 150 Peserta, Masuk Gratis !

Berdasarkan data rekam pasien, pasien rawat jalan non-psikiatri RSJ Grhasia pada  tahun 2024 sebanyak 2.920 orang. Sementara rawat inap 1.290 pasien.

Pasien yang ditangani di IGD non-psikiatri mencapai 2.238 orang. Setelah IGD Dual Function diresmikan 24 April 2025, RSJ Grhasia menangani 727 pasien kasus non-psikiatri.

Angka tersebut membuktikan IGD Dual Function yang dibiayai dana keistimewaan betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat Pakem dan sekitarnya.

“Menurut saya, IGD Dual Function bisa jadi entitas Keistimewaan DIY,” kata Akhmad.

Dokter di RSJ Grhasia harus mengantongi sertifikat Advanced Trauma Life Support  (ATLS) dan Advanced Cardiac Life Support  (ACLS).

ATLS  adalah protokol sistematis untuk penanganan pasien trauma, terutama yang mengalami kondisi kritis. Protokol ini menekankan  penanganan cepat dan terstruktur untuk menyelamatkan nyawa pasien dalam jam pertama setelah kejadian trauma.

BERITA LAIN: Perpustakaan Ini Cocok bagi Anak-anak yang Hobi Baca Buku Fiksi

POSE: Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X foto bersama Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie; Sekda Sleman, Susmiarto; Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DI, R Agus Trimurjanto; dan Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi MPH. (istimewa)

Sedangkan ACLS adalah tenaga medis yang menangani pasien dengan henti jantung atau kondisi darurat kardiovaskular lain. ACLS menekankan pentingnya tindakan berkelanjutan dan kerjasama tim untuk meningkatkan keberhasilan resusitasi.

Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan pembangunan gedung IGD Dual Function sebagai realisasi rencana induk dan rencana strategis bisnis pengembangan pelayanan RSJ Grhasia.

Implementasi pelayanan dual function dilaksanakan dengan membagi pelayanan secara damarkatif. Yakni, pelayanan kegawatdaruratan psikiatri dan pelayanan kegawatdaruratan non psikiatrik sesuai standar prosedur baku dan pedoman pelayanan klinis.

Sedangkan peralatan medis dan non medis juga dibedakan berdasarkan fungsi pelayanan.

Aris mengatakan, penambahan fasilitas di RSJ Grhasia juga strategis bagi program Pemda DIY dalam bidang kesehatan. Pasalnya, Pemda DIY sampai hari ini belum memiliki rumah sakit umum daerah.

“Melihat manfaatnya bagi masyarakat, RSJ Grhasia bisa diproyeksikan menjadi rumah sakit umum daerah,” kata Aris. (*)