Bantul, ZonaJogja.Com – Akhirnya, MTs Muhammadiyah Kasihan memiliki pemimpin baru.
H Ridwan Furqoni MPI dilantik sebagai kepala madrasah periode 2025–2029. Acara pelantikan di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul (30/7/2025).
Momen pelantikan telah lama dinantikan. Pasalnya, selama enam bulan terakhir, madrasah dijalankan pelaksana tugas.
Ketua PDM Bantul, H Arba Riksawan Qomaru SE meminta tim MTs Muhammadiyah Kasihan segera bekerja secara kolaboratif dan bergerak cepat.
“PDM memiliki harapan besar agar madrasah menjadi contoh yang dapat menginspirasi madrasah Muhammadiyah lain dalam pengelolaan dan pencapaian prestasi,” kata Arba.
BERITA LAIN: MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota
Sebelumnya, MTs Muhammadiyah Kasihan menyelenggarakan uji publik kurikulum.
Program yang dilaksanakan 29 Juli ini merupakan ikhtiar mewujudkan pembelajaran bermutu dan relevan dengan tuntutan zaman.
“Kami menyusun kurikulum ini sebagai upaya memberi pendidikan terbaik. Kami berharap ada masukan agar semua perencanaan benar-benar sesuai kebutuhan siswa,” kata Pelaksana Tugas Kepala MTs Muhammadiyah Kasihan, Tri Indra Mulyani SPd.
Uji publik kurikulum dihadiri pimpinan sekolah, komite, orang tua siswa, perwakilan Kementerian Agama, dan pengurus Muhammadiyah.
Juga diikuti seluruh dewan guru, perwakilan wali murid, serta siswa kelas 7, 8, dan 9.
BERITA LAIN: CIMB Niaga Bikin Media Gathering, Beberkan Kinerja dan Performa di Yogyakarta
Uji publik ini menjadi bukti dan komitmen madrasah menghadirkan pendidikan yang berlandaskan nilai keislaman, membentuk pribadi mandiri dan kreatif, serta mampu beradaptasi di zaman modern tanpa kehilangan jati diri.
Menghadirkan pembicara Suliki SH MSi dan Septiana Dewi Saputri SPd.
Keduanya menjabarkan garis besar struktur kurikulum yang disesuaikan dengan profil pelajar Pancasila dan karakter Islami.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Bantul, H Ahmad Musyaddad SAg MSi mengapresiasi keberhasilan MTs Muhammadiyah Kasihan yang menduduki peringkat ke-11 dari 31 MTs negeri dan swasta di Kabupaten Bantul dalam penerimaan peserta didik baru.
“Saya berharap madrasah menjadikan program pemberantasan buta aksara Alquran sebagai prioritas utama,” kata Ahmad. (*)











