Sport

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

319
×

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

Sebarkan artikel ini
SEPAKBOLA PUTRI: Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Bakti Olahraga Djarum Foundation memberi insentif dan komitmen yang luar biasa dari sisi pembinaan usia dini, khususnya sepak bola putri secara nasional. (istimewa)

Jakarta, ZonaJogja.Com – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026.

Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu.

Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, kembali bergulirnya MilkLife Soccer Challenge di 10 kota diharapkan memantik lebih banyak minat siswi SD dan MI semakin menggeluti sepak bola.

MLSC  dapat menjadi lumbung penghasil bibit-bibit potensial yang kelak bisa bergabung di timnas putri, dan membela Indonesia di pertandingan level dunia.

BERITA LAIN: CIMB Niaga Bikin Media Gathering, Beberkan Kinerja dan Performa di Yogyakarta

“Kami mengajak seluruh peserta berpartisipasi pada MLSC. Mari bergandeng tangan memajukan sepak bola putri Tanah Air,” kata Teddy di sela Press Conference Kick Off MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 di Jakarta, hari ini (31/7/2025).

Pada hari ini, MilkLife Soccer Challenge – Kudus Seri 1 2025 juga sedang bergulir. Turnamen diikuti 1.370 peserta dari 92 SD dan MI dari Kudus dan sekitar.

MLSC periode ini meluas ke Malang dan Bekasi. Sebelumnya diselenggarakan di delapan kota. Berdasarkan hasil survei, dua kota ini memiliki minat tinggi terhadap sepak bola putri.

“Harapannya, MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat. dDari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya,” ujarTeddy.

Selain penambahan dua kota baru, perbedaan lain pada MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 adalah dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter, menjadi 26 x 42 meter (KU 10 masih menggunakan ukuran lapangan sebelumnya).

BERITA LAIN: Suarakan Semangat #WorkFromHeart, CIMB Niaga Hadirkan Layanan Perbankan Optimal

Titik penalti menjadi 10 meter dari gawang, dan kick off dimulai dengan dua sentuhan.

Pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12. Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan  Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini.

Business Unit Head (Dairy) – Savoria, Didiet Fadriana Abdulkadir selaku produsen susu MilkLife menyatakan komitmen mendukung pelaksanaan turnamen.

Milklife akan memberi satu karton susu berukuran 115 ml per bulan yang disuplai selama enam bulan bagi para juara di setiap penyelenggaraan.

“Kemampuan para atlet jika ditopang dengan asupan nutrisi seperti susu MilkLife, dapat menambah energi, strategi, dan mental juara untuk #BeraniCetakGol,” ungkap Didiet.

BERITA LAIN: PDAM Tirtamarta Yogyakarta Buka Lowongan Direktur, Ini Syaratnya

Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono mengapresiasi MilkLife Soccer Challenge yang digelar secara rutin dan berkelanjutan.

“Turnamen ini menjadi cikal bakal lahirnya pesepakbola putri profesional yang kelak berlaga pada turnamen di level yang lebih tinggi secara berjenjang,” kata Vivin.

MLSC juga dianggap selaras dengan program pembinaan  yang mendapat dukungan penuh dari PSSI.

Ia bersyukur karena tugas PSSI dalam pembinaan mulai grassroot sampai profesional terbantu dengan MilkLife Soccer Challenge.

Bakti Olahraga Djarum Foundation memberi insentif dan komitmen yang luar biasa dari sisi pembinaan usia dini, khususnya sepak bola putri secara nasional.  (*)