Karanganyar, ZonaJogja.Com – Dulu, bila ingin bepergian ke Jawa Timur melewati Gunung Lawu, hanya ada satu jalan yang dilewati.
Jalan itu berada di wilayah administratif Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Rutenya, setelah melewati Pasar Tawangmangu, terus melewati Gondosuli – Cemoro Kandang – Cemoro Sewu – Sarangan – Kota Magetan.
Dan, jalan menanjak ini menjadi kenangan tersendiri bagi para pendaki Gunung Lawu pada tahun 1990an.
Waktu itu, tidak banyak pendaki yang mengendarai sepeda motor menuju Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu.
BERITA LAIN: Disutradarai Garin Nugroho, Film Jejak Rasa Yogyakarta Diputar di Osaka Jepang

Pendaki dari wilayah DIY, Jawa Tengah dan Jawa Barat, biasanya naik angkutan bus dari Terminal Tirtonadi, Solo.
Setiba di Solo pada sore hari, melanjutkan menumpang bus antar kota dalam provinsi.
Sekitar 1, 5 jam kemudian, para pendaki tiba di Pasar Tawangmangu.
Perjalanan masih berlanjut. Para pendaki naik colt omprengan menuju Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu.
Tapi, ada juga rombongan pendaki yang nekat jalan kaki dari Terminal Tawangmangu menuju basecamp pintu masuk pendakian Gunung Lawu.
BERITA LAIN: Antisipasi Cuaca Estrem, BPBD Kota Yogyakarta Keluarkan Surat Edaran
Sebelum tiba di Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu, pendaki harus melewati tempat pemungutan retribusi. Lokasinya berada di Gondosuli.
Sejumlah warga berdiri di pinggir jalan. Lalu, menyodorkan lembar retribusi kepada setiap pendaki.
Waktu itu, bila tidak salah, retribusinya hanya 3 ribu per orang.
Itu dulu, sebelum pemerintah membangun jalan penghubung Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dengan Sarangan, Jawa Timur.
Pada tahun 2004, akhirnya pembangunan jalan tembus Jawa Tengah – Jawa Timur mulai direalisasikan.
Jalan berliku-liku di lereng Gunung Lawu ini berjarak 16 kilometer. Jalan sepanjang 9 kilometer berada di wilayah Jawa Tengah, sedangkan 7 kilometer di wilayah Jawa Timur.
BERITA LAIN: BPKH – Lazismu Sumbang Kendaraan untuk Ponpes Daarul Khoir, Difungsikan jadi Mobil Layanan Dakwah

Setelah memakan waktu selama kurang lebih 9 tahun, jalan pintas menghubungkan Kabupaten Karanganyar – Kabupaten Magetan bisa dilewati.
Sejak jalan tembus ini bisa dilewati, tidak banyak pendaki yang melewati Jalan Lawu Lama.
Mereka memilih melintasi jalan baru yang lebih longgar, dan tidak menanjak.
Jalan Lawu Lama tinggal menjadi kenangan. Warga setempat yang dulu sering menyapa para pendaki di pos TPR, kini tidak ada lagi.
Hanya terlihat beberapa pendaki lawas yang masih memilih Jalan Lawu Lama. (*)











