Bisnis

Didukung Danais, JIBB 2025 Seimbangkan Warisan Budaya dan Inovasi

199
×

Didukung Danais, JIBB 2025 Seimbangkan Warisan Budaya dan Inovasi

Sebarkan artikel ini
GO SHOW: Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho saat berdialog dengan pelajar SMA Bopkri 1 Yogyakarta tentang event Jogja International Batik Biennale. (istimewa)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY kembali menyelenggarakan Jogja International Batik Biennale (JIBB).

Ajang dua tahunan berskala internasional ini digelar 15 September hingga  5 Oktober 2025. Penyelenggaraan JIBB 2025 diproklamirkan sebagai episentrum inovasi batik dunia.

JIBB adalah program unggulan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY bekerjasama dengan Dekranasda DIY.

“JIBB 2025 menempatkan Yogyakarta bukan hanya sebagai Kota Batik Dunia. Tetapi, juga pusat inovasi batik global,” kata Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati.

BERITA LAIN: Di Kota Yogyakarta Ada 58 Simpang ber-APILL, Baru 31 Titik yang Dipasangi ATCS

GOES TO SCHOOL & CAMPUS: Program sosialisasi batik melalui fashion show karya siswa dari berbagai sekolah. Hari ini giliran SMA Bopkri 1 Yogyakarta yang menjadi lokasi safari Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2025. (istimewa)

Event yang kali pertama diselenggarakan tahun 2016 ini bertujuan  melestarikan batik sebagai warisan dunia, meningkatkan kualitas dan jejaring UMKM batik, serta memperkuat predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia.

Tahun ini, JIBB kembali digelar.  Event kali ini menekankan pentingnya menghubungkan nilai tradisi dengan gaya hidup modern.

Tema ini menarasikan gerak dinamis batik yang menghubungkan nilai tradisi dengan gaya hidup modern, sekaligus menjawab tantangan zaman melalui inovasi desain, digitalisasi, hingga strategi pemasaran global.

JIBB 2025 menyeimbangkan warisan budaya dengan inovasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat  menjadikan batik bagian dari kehidupan sehari-hari.

BERITA LAIN: MTQ Kota Yogyakarta Diikuti 672 Peserta, Libatkan 63 Dewan Hakim

FASHION SHOW: Aksi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memamerkan karya busana batik. (umy.ac.id)

Sebagai ajang apresiasi dan promosi batik, JIBB 2025 yang didukung Dana Keistimewaan DIY ini telah menyiapkan sederet kegiatan.

Dimulai penyelenggaraan Goes to School and Campus. Ini adalah  program sosialisasi batik melalui fashion show karya siswa dari berbagai sekolah.

Juga memamerkan  fashion karya mahasiswa dari perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada enam lokasi yang dipilih sebagai pelaksanaan Goes to School and Campus.  Dimulai di SMA Negeri 6 Yogyakarta tanggal 16 September. Dilanjutkan di SMA 1 Sewon (17 September), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (18 September).

Universitas Islam Indonesia (22 September),  SMA Negeri 3 Yogyakarta (23 September), SMA Negeri 8 Yogyakarta (24 September), SMA Bopkri 1 Yogyakarta (25 September), dan terakhir di UPN Veteran Yogyakarta pada tanggal 26 September).

BERITA LAIN: Dukung Program Kemenhub, GAC AION dan Grab Kampanye Keselamatan Berkendara

Dilanjutkan talkshow yang menghadirkan narasumber yang kompeten di dunia batik. Juga ada pameran display batik yang dipajang di sekolah dan kampus.

Pada puncak JIBB 2025, digelar seminar internasional batik dengan tema “Batik in Motion: Bridging Tradition & Modernity.

Acara sebagai main event ini dilaksanakan di Royal Ambarrukmo Yogyakarta pada tanggal 2 Oktober 2025.

Seminar menghadirkan akademisi, desainer, dan praktisi batik dari berbagai negara. Forum ini  membahas inovasi teknik produksi, digitalisasi batik, hingga peluang memperluas jejaring global.

Juga ada Gebyar Expo JIBB di Griya Batik Patehan tanggal 3-5 Oktober 2025.  Acara ini memamerkan batik  karya 20 pelaku industri kecil menengah (IKM) batik.

BERITA LAIN: Partai Gerindra DIY Bergerak, Danais 2026 Tetap Rp 1 Triliun

Pameran dilengkapi fashion show kontemporer dan business matching untuk mempertemukan IKM batik dengan pembeli domestik maupun internasional.

Menutup rangkaian JIBB 2025, dimeriahkan Sebatik (Sepeda dengan Batik) tanggal 4 Oktober. Rute menempuh jarak sepanjang 14,5 kilometer.

Start dan finish di halaman Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. Panitia mewajibkan semua peserta mengenakan busana batik. (*)