Yogyakarta, Juni 2026 – Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama seluruh asosiasi perasuransian nasional menyelenggarakan Indonesia Insurance Summit (IIS) 2026.
Acara yang digelar di Hotel Tentrem Yogyakarta, 11-13 Juni ini mengusung tema: “Insurance in a Volatile World: Strengthening Resilience, Trust & Innovation”.
Tahun ini, Indonesia Insurance Summit menjadi forum strategis industri perasuransian Indonesia yang mempertemukan regulator, pelaku industri, asosiasi, akademisi, mitra internasional, dan pemangku kepentingan lain.
Pertemuan untuk membahas arah masa depan industri di tengah perubahan global yang semakin cepat.
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, mengatakan IIS 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan industri menghadapi dinamika global.
“Industri perasuransian saat ini menghadapi lingkungan yang semakin kompleks,” kata Yulius saat membuka IIS 2026 di Ballroom Hotel Tentrem, hari ini (12/6/2026).
Mulai ketidakpastian geopolitik, volatilitas pasar keuangan, perubahan iklim, risiko siber, perkembangan kecerdasan buatan, hingga perubahan perilaku konsumen yang mendorong transformasi model bisnis industri secara fundamental.
Masuki Fase Transformasi
Di tingkat nasional, industri asuransi juga memasuki fase transformasi penting melalui implementasi UU 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), penguatan permodalan sesuai POJK 23 Tahun 2023, peningkatan tata kelola dan perlindungan konsumen, serta percepatan digitalisasi layanan keuangan.
Ketua Steering Committee IIS 2026 sekaligus Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, mengatakan tema “Insurance in a Volatile World: Strengthening Resilience, Trust & Innovation” mencerminkan kondisi dunia saat ini.
Risiko baru terus bermunculan. Misalnya perubahan iklim, risiko siber, disrupsi teknologi, juga ketidakpastian ekonomi global.
Saat bersamaan, masyarakat menuntut perlindungan lebih baik dan layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan.
“Melalui Indonesia Insurance Summit 2026, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang produktif untuk menghasilkan gagasan, kolaborasi, dan langkah nyata memperkuat daya saing industri perasuransian Indonesia di tingkat regional maupun global,” kata Budi.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyatakan sektor perasuransian memiliki peran strategis mendukung ketahanan ekonomi nasional.
Bagi OJK, asuransi bukan semata instrumen pengelolaan risiko. Tetapi bagian infrastruktur ekonomi nasional yang mendukung ketahanan masyarakat, keberlangsungan dunia usaha, dan stabilitas perekonomian.
Sekadar diketahui, prospek pengembangan sektor perasuransian Indonesia masih sangat besar dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa.
Industri Asuransi Terus Tumbuh

Kebutuhan perlindungan terus meningkat, dan ruang pertumbuhan industri masih sangat terbuka. Hingga April 2026, total aset industri asuransi sebanyak Rp1.202 triliun atau tumbuh 3,39 persen year-on-year.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, membeberkan Indonesia Insurance Summit 2026 hadir pada momentum yang sangat penting bagi sektor perasuransian Indonesia.
“Selama kurang lebih empat tahun terakhir, OJK telah berfokus membangun fondasi yang kuat bagi reformasi sektor perasuransian melalui empat pilar utama,” terang Ogi.
Yakni, penguatan permodalan dan pendalaman pasar, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, penguatan ekosistem industri, serta penyelarasan dengan standar dan best practices internasional.
Tahun 2026 diyakini sebagai fase penting memperkuat implementasi berbagai agenda reformasi yang telah dibangun.
Indonesia Insurance Summit 2026 menghadirkan pembicara nasional dan internasional dari berbagai institusi terkemuka. Termasuk regulator, pemimpin industri, ekonom, pakar geopolitik, serta perwakilan industri asuransi dari Korea Selatan dan Jepang.
Sejumlah topik strategis yang akan dibahas antara lain, penguatan sektor jasa keuangan melalui implementasi UU P2SK.
Dinamika geopolitik global dan dampaknya terhadap sektor keuangan dan asuransi, program penjaminan polis, transformasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam industri asuransi.
Penguatan ketahanan industri di tengah volatilitas ekonomi global, inovasi dan transformasi industri asuransi Korea Selatan, serta pengalaman Jepang dalam membangun industri asuransi yang berkelanjutan dan terpercaya.
Indonesia Insurance Summit 2026 diharapkan mampu memperkuat kapasitas menghadapi berbagai tantangan masa depan. Sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap stabilitas sistem keuangan, perlindungan masyarakat, dan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (*)











