Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Ini pandangan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY, Erlangga Winoto terhadap Kota Yogyakarta.
Arsitek yang akrab disapa Erwin ini mengatakan, Kota Yogyakarta memiliki potensi besar mengembangkan arsitektur.
“Kota Yogyakarta didukung 14 perguruan tinggi yang memiliki program pendidikan arsitektur. Lima diantaranya telah menyelenggarakan Program Profesi Arsitek,” kata Erwin pada peringatan ulang tahun ke-51 IAI DIY di Pusat Desain Industri Nasional (1/11/2026).
Dukungan perguruan tinggi menjadi modal penting bagi Yogyakarta terus berkontribusi dalam perkembangan praktik dan pendidikan arsitektur di Indonesia.
Saat bersamaan, Erlangga menyampaikan rencana peluncuran Koperasi Arsitek Jogja Istimewa. Program tersebut untuk memperkuat ekosistem dan kesejahteraan anggota IAI DIY.
“Kami berharap koperasi ini dapat menjadi wadah pengembangan kerja sama ekonomi bagi para arsitek sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Erwin.
Wawali Wawan Harmawan mendorong IAI dan perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan Pemkot Yogyakarta dalam mewujudkan penataan kota yang lebih berkarakter dan memiliki kekhasan.
Keterlibatan para arsitek sangat diperlukan untuk menghadirkan gagasan dan inovasi dalam pembangunan Kota Yogyakarta.
“Penataan kota tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Tetapi juga harus mampu mencerminkan identitas, sejarah, budaya, dan karakter Kota Yogyakarta,” kata Wawali.
Wawali juga menyoroti potensi Sungai Code yang dapat dikembangkan menjadi ikon baru Kota Yogyakarta, sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.
Kawasan sekitar Sungai Code berpotensi menjadi alternatif ruang aktivitas ekonomi baru. Arsitek memiliki peran strategis, karena menjadi bagian ekosistem industri kreatif yang mampu menghadirkan nilai tambah melalui desain, inovasi, dan pemanfaatan ruang. (*)











