Kronika

Tak Kerja Keras, Sebutan Kota Pelajar Bisa Digunakan Daerah Lain

450
×

Tak Kerja Keras, Sebutan Kota Pelajar Bisa Digunakan Daerah Lain

Sebarkan artikel ini
GOWES: Silaturahmi pimpinan perguruan tinggi swasta. di Yogyakarta. (mukijab)

BANTUL, ZonaJogja.ComStakeholder harus bekerja keras mempertahankan status Yogyakarta sebagai Kota Pelajar.

Pasalnya, sejumlah daerah di Indonesia mengklaim label yang sama. Malang dan Bandung, misalnya. Dua kota ini mulai menyebut diri sebagai kota pelajar.

“Kalau tidak ada upaya keras menjaga, bisa digunakan kota lain. Ingat branding kota pelajar bagi Yogyakarta sangat penting,” kata Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof Nizam saat ngobrol santai pada acara Goes Putaran 6 di Kampus STTKD, akhir pekan lalu.

Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), Prof Dr Edy Suandi Hamid membenarkan pernyataan Nizam.

Edy Suandi menegaskan, perguruan tinggi swasta di lingkungan Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti)  wilayah V sangat peduli.

BACA JUGA: Pukul 23.00 Malam Ini, Kyai Guntur Madu dan Kyai Nagawilaga Diusung ke Pelataran Masjid Gedhe Kauman

Terus bersemangat memajukan pendidikan di Yogyakarta. Sekaligus menjaga label kota pelajar.

“Semua pimpinan perguruan tinggi memiliki semangat maju bersama. Gowes sebagai bagian dari tekad untuk memajukan pendidikan,” ujar Edy.

Gowes para rektor dan penyelenggara perguruan tinggi LLDikti  wilayah V putaran ke-6 berakhir di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta.

Diikuti antara lain Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc; Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Islam sekaligus Rektor UII Prof Fathul Wahid PhD; Ketua LLDikti V Prof Aris Junaidi PhD; dan Ketua LLDikti VI Bhimo Widyo Andoko SH MH.

BACA JUGA: Probosutedjo: Hidup Harus Menolong, Membantu dalam Kebaikan

Menempuh jarak sejauh 24 kilometer. Peserta gowes menyambangi sejumlah kampus APMD, Akademi Perikanan, UTDI, STIPRAM, dan terakhir di STTKD.

Edy Suandi mengatakan, kegiatan gowes 2 bulan sekali ini menjadi ajang para rektor mengenalkan kampus-kampus di DIY.

Para pimpinan kampus menyajikan kudapan makanan ringan saat disinggahi. (*)