Anak Buruh Tani yang Kuliah di UGM Lewat Jalur SNMPT Undangan

SUMATERA UTARA – Keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang bagi Maimunah Safitri mewujudkan impian bisa kuliah di perguruan tinggi negeri.
Maimunah yang berasal dari Langkat, Sumatera Utara ini diterima di UGM tanpa tes.
Gadis yang dipanggil Mai ini akhirnya kuliah di Diploma V Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil Sekolah Vokasi melalui SNMPT Undangan.
Ia juga penerima program Kartu Indonesia Pintar yang membebaskan biaya kuliah hingga delapan semester.
Mai adalah anak pasangan Sawal dan Ponisih. Lahir 8 Mei 2003. Tinggal di kampung kecil dekat perkebunan sawit di Desa Banyumas, Kecamatan Langkat, Sumatera Utara.
Ia anak sulung dari dua bersaudara. Ayahnya yang bekerja sebagai buruh tani, menjadi tulang punggung keluarga.
BACA JUGA: Sultan HB X: Pemimpin Wajib Kedepankan Keteladanan
Ayahnya mengantongi pendapatan sekitar Rp 300 ribu setiap minggu. Uang tersebut digunakan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.
Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan tak mematahkan semangat Mai mencetak prestasi.
Pernah meraih juara umum saat sekolah di SMK N 1 Stabat jurusan Mesin Permodelan dan Informasi Bangunan.
Sejumlah medali dan penghargaan juga berhasil dibawa pulang dari berbagai kompetisi.
Antara lain medali perak Olimpiade Numeradi dan Literasi Indonesia (ONLI) POSI 2021, medali perak Kompetisi Sains Indonesia (KSI) POSI 2021, medali perak Olimpiade Biologi Nasional 2021.
Saat mendaftar SNMPT Undangan, guru BK sempat menyarankan tidak memilih UGM. Alasanya, lulusan SMK susah tembus diterima di UGM.
BACA JUGA: DIY Tambah 892 Kasus Positif, 30 Pasien Meninggal Dunia

MAIMUNAH SAFIITRI: Pantang menyerah. (ugm.ac.id)
Namun, ia tetap meyakini pendirian. Ia memilih UGM. Hasilnya, Mai dinyatakan lolos seleksi. Ia menjadi siswa pertama di sekolahnya yang bisa kuliah di UGM.
“Yang tembus SNMPTN di Jawa baru saya,” ujarnya seperti dikutip ugm.ac.id.
Saat masih sekolah, Mai sekolah daring sembari kerja di Binjai. Menjadi drafter pada perusahaan alat-alat listrik.
Ponisih, ibunya, mengatakan tidak setuju dengan keinginan anaknya kuliah di Jawa. Ayahnya juga begitu. Mereka ingin Mai kuliah tak jauh dari tempat tinggalnya.
Saat ini Sawal dan Ponisih hanya bisa berdoa yang terbaik bagi anaknya. Berharap Mai bisa kuliah dengan lancar. Lulus tepat waktu. Bisa mewujudkan cita-cita. (*/asa)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Mau Rasa Beda? Coba Rasakan Nikmatnya Kopi Nirmalagiri
- 26 September 2026 08:40 WIB
Koling dan Darling Merapi didukung Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan dan Bank Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan, Ini Pertimbangannya
- 30 September 2026 12:45 WIB
Keputusan mempertahankan TBP mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga simpanan rupiah dan valas di perbankan yang terbatas.
Payung Wisata Yogyakarta Wacanakan Berdirinya Akademi Pengemudi di DIY
- 1 Agustus 2026 21:28 WIB
Harapannya, keberadaaan driver yang telah mengikuti sertifikasi membuat para wisatawan yang liburan ke DIY semakin nyaman.
Hasil SNLIK 2026 Diumumkan, Program Literasi LPS Bergeser
- 11 Agustus 2026 19:58 WIB
Analisis hasil SNLIK 2026 menunjukkan program literasi LPS ke depan perlu bergeser dari literasi massal menuju literasi yang terarah, tersegmentasi, dan terukur.
Lewat Aklamasi, Muktamar Kembali Pilih Afnan Hadikusumo Pimpin Tapak Suci
- 9 Agustus 2026 14:02 WIB
Bukan hanya menjaga Tapak Suci tetap besar. Tetapi menjadikan semakin relevan, profesional, berprestasi, mandiri, dan berpengaruh.
Gandeng SMA Muhi, Lazismu Kota Yogyakarta Serahkan Beasiswa kepada 26 Pelajar
- 12 September 2026 11:02 WIB
Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani berharap penerima beasiswa menjadi orang hebat di masa mendatang.
Dosen UGM Kunjungi Rusia, Sebut FPU Buka Opsi Baru Energi Nuklir di Indonesia
- 15 September 2026 19:45 WIB
Akademik Lomonosov memberi pengalaman nyata mengenai pengoperasian FNPP di wilayah terpencil, sementara pengembangan FPU berbasis reaktor RITM menunjukkan arah evolusi teknologi berikutnya.
Lazismu DIY Salurkan Bantuan Rp 706 Juta, Masyarakat Makin Percaya Program Beasiswa Sang Surya
- 12 September 2026 10:19 WIB
Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada mengingatkan penerima beasiswa memaknai cita-cita KHA Dahlan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah.

Saat ini belum ada komentar