oleh

Selama 6 Jam Terjadi 76 Guguran, 1 Awan Panas Sejauh 3 Ribu Meter

SLEMAN – Gunung Merapi kembali melontarkan awan panas. Pada pengamatan visual  hari ini (10/8/2021)  pukul 00.00 – 06.00, terjadi 1 kali awan panas dengan jarak luncur 3 ribu meter ke arah barat daya.

Juga teramati 7 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke barat daya.

Sementara pukul 06.43 pagi ini kembali terjadi guguran awan panas dengan amplitudo 36 mm dan durasi 161 detik.

Jarak luncur 2.500 meter ke arah barat daya.

Data Kegempaan

  • Awan Panas Guguran

(Jumlah : 1, Amplitudo : 45 mm, Durasi : 213.7 detik)

  • Guguran

(Jumlah : 76, Amplitudo : 4-38 mm, Durasi : 20-113 detik)

  • Hembusan

(Jumlah : 7, Amplitudo : 3-8 mm, Durasi : 11.2-20.2 detik)

  • Hybrid/Fase Banyak

(Jumlah : 35, Amplitudo : 3-25 mm, S-P : 0.3-0.8 detik, Durasi : 5.6-10.8 detik)

  • Vulkanik Dangkal

(Jumlah : 9, Amplitudo : 29-75 mm, Durasi : 9.2-18.6 detik)

BPPTKG Yogyakarta menyatakan aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga).

BPPTKG mengingatkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah sungai Woro. Sejauh 5 kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di  Gunung Merapi. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. (nik/asa)