oleh

Prodi Aristektur Tradisional jadi Andalan Universitas Widya Mataram

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com -Tim Monev Kompetisi Kampus Merdeka Ditjen Diktiristek mengunjungi Universitas Widya Mataram.

Untuk apa? Tak lain mendukung kelancaran Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) pada program studi arsitektur.

“Kegiatan PKKM diharapkan dapat memenuhi indikator kinerja utama,” kata Ketua Tim Task Force PKKM UWM, Prof Dr Ambar Rukmini MP saat menggelar pertemuan dengan jajaran rektorat Universitas  Widya Mataram  (30/10/2021).

Kedatangan Tim Monev Kompetisi Kampus Merdeka diterima Rektor Universitas Widya Mataram, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc.

Tim Ditjen Diktiristek terdiri 1 reviewer dan 4 tim monev. Juga hadir Ketua Program Studi Arsitektur Desy Ayu Krisna Murti ST MSc.

BACA JUGA: Menulis Peristiwa jadi Arsip dan Dokumentasi Budaya

MONEV: Penting dilakukan agar program berhasil dan bisa dipertanggung-jawabkan. (mukijab)

Ambar mengatakan, indikator kinerja utama meliputi lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak; mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus; praktisi mengajar di kampus; dan kelas yang kolaboratif dan partisipatif.

Ketua Tim Reviewer, Dr Nooryan Bahari MSn mendorong Program Studi Arsitektur mempertahankan arsitektur tradisional.

“Menjadi peluang diangkat dan dipublikasikan dalam berbagai jurnal,” kata Nooryan.

Sementara mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan PKKM memberikan testimoni. Kegiatan di luar kampus memberi tambahan relasi, juga kemampuan mengalisis permasalahan secara langsung sesuai bidang kajian.

Misalnya saat mahasiswa diterjunkan langsung dalam program pembangunan di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Sleman.

BACA JUGA: Kinerja Keuangan Danamon Tumbuh 8 Persen

PKKM: Memberi tambahan relasi bagi mahasiswa. Juga kemampuan mengalisis permasalahan secara langsung sesuai bidang kajian. (mukijab)

Rektor Universitas Widya Mataram, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc mengatakan, sangat terbuka menyambut pelaksanaan monitoring dan evaluasi.

“Karena monev akan melihat sejauh mana program berjalan serta  memberi masukan bermanfaat untuk pengembangan universitas,” kata Edy Suandi Hamid.

Monitoring dan evaluasi sangat penting dilakukan  agar program berhasil  dan bisa dipertanggung-jawabkan.

Tim Monev PKKM sangat membantu satuan tugas pelaksana hibah  dalam melaksanakan sisa kegiatan yang harus selesai Desember 2021. (*/asa)