PTM 50 Persen Berdampak terhadap Iklim Belajar Siswa

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Guru SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Arief Syarifuddin berharap Pemda DIY tetap menjalankan pembelajaran tatap muka 100 persen.
“Saya bisa memahami tentang antisipasi penyebaran virus corona. Tapi, pemerintah seyogyanya juga mau memahami kegundahan guru dan siswa,” kata Arief kepada ZonaJogja.Com, hari ini (4/2/2022).
Kata Arief, pemberlakuan kembali PTM 50 persen berdampak terhadap iklim belajar para siswa. Siswa tampak bersemangat belajar di sekolah.
Bisa berinteraksi dengan teman-teman. Sementara para guru juga bisa maksimal menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.
Namun, sejak keluar ketentuan PTM 50 persen, siswa kembali down.
“Jelas. Ini akan berdampak terhadap iklim belajar di sekolah. Apalagi siswa akhir sebentar lagi akan ujian,” katanya.
Arief berharap PTM tetap 100 persen. Hanya dibutuhkan kerjasama dengan instansi lain. Misalnya Dinas Kesehatan instens melakukan pengecekan di sekolah.

ARIEF SYARIFUDIN: Perlunya saling memahami dalam menyikapi pandemi virus corona.
Seperti diketahui, Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY mengeluarkan Surat Edaran nomor 421/00997 tentang Pengaturan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMK dan SMA.
Keluarnya surat edaran ini diikuti Pemkot Yogyakarta dan empat kabupaten di DIY. Intinya, pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi 50 persen.
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta orang tua dan keluarga memperhatikan anak-anak selama PTM.
”Penerapan protokol kesehatan di rumah dan sekolah berjalan beriringan. Saat ini, kami sedang evaluasi prokes PTM di sekolah,” kata Heroe.
Pemkot Yogyakarta sedang melakukan antisipasi merebaknya virus omicron. Salah satunya menata kembali peraturan pelaksanaan kegiatan sosial ekonomi.
Selain melakukan proses PTM 50 persen, juga melakukan skrining di beberapa sekolah. Pembatasan PTM 50 persen dilakukan sampai menunggu perkembangan jumlah kasus di Kota Yogyakarta semakin menurun.
Apa tanggapan sekolah? Komentar Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Yogyakarta, Titik Sugiarti, misalnya. Ia menyatakan mengikuti arahan pemerintah. Ia menerapan sistem pembelajaran berdasarkan presensi ganjil dan genap.
”Siswa masuk sesuai presensi masing-masing. Berlaku untuk siswa kelas 7, 8 dan kelas 9,” ujarnya.
Meski demikian, siswa kelas 9 sedih dengan pemberlakuan PTM 50 persen. Mereka menyatakan penting belajar tatap muka di sekolah.
Apalagi siswa kelas 9 akan menghadapi ujian akhir. Siswa berharap PTM dilakukan 100 persen.
Sejumlah orang tua murid juga menyatakan kecewa terhadap diberlakukannya PTM 50 persen. Bayu, misalnya.
Orang tua dari siswa madrasah di Kota Yogyakarta ini hanya bisa geleng-geleng kepala. Betapa tidak.
Ia baru saja mengantar anaknya kembali sekolah setelah setahun lebih belajar daring di rumahnya di Magetan, Jawa Timur.
“Baru beberapa hari sekolah, sudah ada peraturan baru lagi. Kasihan anak-anak yang ingin belajar di sekolah,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori SE MSi menyatakan bisa memahami kesedihan siswa. Termasuk orang tua yang kecewa terhadap pemberlakuan PTM 50 persen.
“Kami bisa memahami. Tapi, bagaimana lagi. Ini adalah antisipasi. Harapannya, PTM kembali dilaksanakan 100 persen,” kata Budi saat dikonfirmasi ZonaJogja.Com, pagi ini (4/2/2022).
Hanya, Budi belum bisa memastikan dimulainya kembali PTM 100 persen. Kepastian tersebut sangat dipengaruhi kondisi penyebaran virus corona.
Meski sebenarnya, semua instrumen di sekolah untuk menghadang penyebaran virus corona telah disiapkan. Mulai penerapan protokol kesehatan hingga sarana pendukung.
Termasuk program vaksinasi bagi pelajar sekolah dasar kelas 1 sampai 6. Budi menginformasikan, tinggal 2 ribu anak yang belum divaksin.
(aza/asa)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Sultan HB X: Kedaulatan Tanpa Keadilan Hanya akan Lahirkan Kekuatan yang Timpang
- 17 Agustus 2026 13:15 WIB
Perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata, persatuan, serta komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Pemusik Underground Bikin Lagu, Pilih Afnan Hadikusumo jadi Vokalis
- 23 September 2026 19:28 WIB
Afnan mengaku baru saja ditawari seorang seniman musik asal Sedayu, Bantul. Tapi, belum mengiyakan.
Mahasiswa UAD Terpilih jadi Google Student Ambassador
- 8 Oktober 2026 09:27 WIB
Hana mengikuti tantangan dari Gemini dan Google Indonesia, sekaligus membuat konten menarik di media sosial.
RKB Gelar Festival Puisi, Disiapkan Total Hadiah Rp 22 Juta
- 18 Agustus 2026 11:10 WIB
Diharapkan unsur-unsur teaterikal dan stage performance dapat digali lebih jauh para peserta dalam memanggungkan puisi, memperkuat pesan kandungan melalui medium yang lebih luas.
Percasi Kota Yogyakarta Siap Berlaga di Kejurnas Catur 2026, Urusan Akomodasi jadi Kendala
- 1 Oktober 2026 21:34 WIB
Kontingen dari Kota Yogyakarta dapat kuota tujuh orang. Tetapi yang diberangkatkan lewat pengda hanya dua orang. Ini yang perlu dicari jalan keluarnya
Puluhan Tokoh Masyarakat Hadiri Haul ke-38 Sultan HB IX, Kenang Raja yang Dekat dengan Rakyat
- 3 Oktober 2026 08:34 WIB
Mengingat HB IX merupakan bagian menjaga marwah Keraton dan memahami makna keistimewaan Yogyakarta.
360 Pegawai Negeri di DIY Terima Tanda Kehormatan
- 7 September 2026 16:46 WIB
Institusi yang kuat bukan hanya memiliki pegawai yang cakap, tetapi juga memiliki mata rantai keteladanan yang tidak terputus.
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna
- 9 Agustus 2026 20:11 WIB
Tim gabungan Joint Operation selanjutnya akan mengintensifkan pemeriksaan terhadap para tersangka.

Saat ini belum ada komentar