Tutup
Kampus

Pendidikan Revolusi Tak Efektif dengan Metode Seperti Ini

59
×

Pendidikan Revolusi Tak Efektif dengan Metode Seperti Ini

Sebarkan artikel ini
DR JUMADI SE MM

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Metode pendidikan revolusi mental tidak efektif hanya dengan metode klasikal, seperti ceramah, diskusi, atau seminar.

Membentuk sikap mental yang ideal perlu pengajaran praktik  menggunakan pengalaman langsung yang bisa menggerakkan mental.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram, Dr Jumadi SE MM menyatakan, pendidikan praksis menjadikan peserta didik sebagai subyek dalam kegiatan nyata.

“Tujuan kegiatan nyata untuk menyentuh dan menggerakkan hati peserta,” kata  Jumadi kepada ZonaJogja.Com, hari ini (27/6/2022).

Mencapai tujuan revolusi mental diperlukan tahapan. Mulai  membentuk kesadaran membangun konsep diri, menanamkan kesadaran bekerjasama, dan meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

Kemampuan memimpin meliputi kecakapan berkomunikasi,   memecahkan masalah, dan membangun kepemimpinan sosial dengan target menciptakan social skills, entrepreneurship, networking.


BACA JUGA:


“Pendidikan revolusi mental itu ada levelnya,” kata Jumadi yang juga  ketua Ikatan Dosen Republik Indonesia DIY.

Dimulai dari  pendidikan anak usia dini, pendidikan taman kanak-kanak, sekolah  dasar, pendidikan menengah pertama, pendidikan menenga, serta pendidikan tinggi.

“Dengan demikian, dalam mencapai Generasi Emas Indonesia 2045 tidak dapat dilakukan secara instan,” ujarnya.

Melalui pendidikan mental yang berjenjang dan berkelanjutan, sistematis, disertai materi praktis, peserta didik dapat memiliki mental dan karakter yang kuat.

(nik/asa)