Tutup
Headline

Muktamar Muhammadiyah ke-48 jadi Penyemangat, LBH Siap Lindungi Kaum Lemah di Indonesia

57
×

Muktamar Muhammadiyah ke-48 jadi Penyemangat, LBH Siap Lindungi Kaum Lemah di Indonesia

Sebarkan artikel ini
REKOMENDASI RAKORNAS: Direktur LBH PP Muhammadiyah, Taufiq Nugroho SH MH CLA memberi keterangan kepada pers. (indra)

SOLO, ZonaJogja.Com – Rakornas Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah di Solo, Jawa Tengah menghasilkan tiga rekomendasi.

Pertama, meminta segera dibentuk LBH di tingkat pimpinan wilayah maupun pimpinan cabang se-Indonesia.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Saat ini baru dibentuk di 14 provinsi,” kata Direktur LBH PP Muhammadiyah, Taufiq Nugroho  SH MH CLA kepada wartawan usai pembacaan rekomendasi Rakornas.

Rekomendasi kedua, LBH  menjalin kerjasama dengan MoU Lembaga Amal Zakat Infaq Sodaqoh (LazisMu).

LazisMu menyatakan siap membiayai semua kegiatan advokasi yang dilakukan LBH Muhammadiyah, terutama pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miskin dan kaum lemah.

Ketiga, rakornas merekomendasikan LBH Muhammadiyah menjalin  kemitraan dengan lembaga penegak hukum. Yakni, Kemenkumham, Kejaksaan, Mahkamah Agung, dan Polri. Termasuk Ombudsman dan Komisi Yudisial.

“Tiga rekomendasi ini sangat penting untuk membumikan LBH Muhammadiyah serta kiprah advokasi di Indonesia,” kata Taufiq.

Menjalin kerjasama dengan lembaga hukum sangat penting. Kerja advokasi melibatkan lembaga hukum.


BACA JUGA:


Itulah sebabnya, LBH Muhammadiyah juga proaktif menjalin kerjasama dengan lembaga hukum.

Banyak masyarakat yang kesulitan mengakses advokasi karena kendala biaya. Itulah sebabnya, Taufiq mendorong masyarakat miskin dan kaum lemah jangan takut dan ragu meminta jasa advokasi LBH Muhammadiyah.

“Karena biaya ditanggung LazisMu. Saya meminta LBH Muhammadiyah bergerak cepat  melebarkan sayap di semua kota dan kabupaten di Indonesia,” pintanya.

Taufiq menambahkan, kegiatan rakornas di Solo juga merupakan rangkaian program LBH Muhammadiyah menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo, 8-20 November 2022.

Gelar Muktamar yang tinggal menghitung hari juga menjadi penyemangat LBH Muhammadiyah dalam melindungi masyarakat masyarakat dan kaum lemah di Indonesia.

(aza)