Beranda » Kronika » Asal Bukan untuk Perorangan, Masyarakat Bisa Gunakan Hibah Barang Bersumber dari Dana Keistimewaan

Asal Bukan untuk Perorangan, Masyarakat Bisa Gunakan Hibah Barang Bersumber dari Dana Keistimewaan

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Bagaimana ungkapan kegembiraan masyarakat, penerima hibah Dana Keistimewaan (Danais) DIY?

Adalah warga Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul yang mengungkapkan kegembiraan menerima bantuan hibah Danais. Kalurahan Putat adalah salah satu penerima hibah Danais.

“Saya atas nama  warga Putat menyampaikan terimakasih kepada pemerintah DIY yang telah memberi bantuan Danais,” kata Lurah Putat, Rusbandi pada acara Rembag Kaistimewaan, 8 Desember lalu.

Dialog mengusung tema Hibah Sarana dan Prasarana Kalurahan Budaya Melalui Dana Keistimewaan. Acara ini disiarkan langsung melalui chanel youtube Paniradya Kaistimewaan.

Selain Rusbandi, Rembag Kaistimewaan menghadirkan Paniradya Pati, Paniradya Kaistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho Sp MSi; dan Kabid Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Kundha Kabudayan DIY,  Dra Y Eni Lestari Rahayu.

Kata Rusbandi,  manfaat bantuan Dana Keistimewaan sangat dirasakan masyarakat.  Bisa membantu perkembangan perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Peringati Penggabungan 4 Kelurahan, Digelar Grebeg Madurejo, Apa Saja Acaranya?

BALAI BUDAYA: Prosesi peletakan batu pertama yang dilaksanakan Juni 2022. (desaputat.gunungkidulkab.go.id)

Masyarakat  bisa mengembangkan berbagai potensi. Tak hanya dari sektor seni dan budaya. Danais juga memberi manfaat bagi pengembangan sektor perekonomian, pertanian, peternakan dan perikanan.

Rusbandi lantas menyebutkan bantuan yang telah direalisasikan. Antara lain memperoleh bangunan fisik berupa sarana gedung Balai Budaya senilai Rp 1,5 miliar.

Juga ada program padat karya sebesar Rp 175 juta. Hibah Danais juga untuk membiayai kegiatan UMKM dan kesenian

Pada tahun 2023, Kalurahan Putat akan mengembangkan sektor  peternakan. Antara lain  beternak kambing, dan mengembangkan budi daya ikan lele.

Sementara sektor pertanian, Kalurahan Putat akan menyulap lahan tanaman keras, ditanami nanas, jeruk dan kopi.

Paniradya Pati, Paniradya Kaistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho Sp MSi berharap penduduk Kalurahan Putat bisa hidup sejahtera setelah diberi bantuan hibah Danais.

“Kalurahan Putat adalah contoh dari atensi Pemerintah DIY  agar masyarakat bisa berdaya,” kata Aris.

Karena tujuan Keistimewaan DIY tak lain adalah  upaya mensejahterakan masyarakat, sekaligus mengatasi kemiskinan.

Salah satu caranya melalui pemberian  hibah sarana dan prasana.

BACA JUGA: Vespa Batik Edisi Spesial, Produk Baru PT Piaggio Indonesia yang Laris Manis

ARIS EKO NUGROHO: Paniradya Pati, Paniradya Kaistimewaan DIY. (dok.pribadi)

“Perlu diketahui, hibah Danais itu berbasis proposal.  Tapi, pemanfaatnnya bukan untuk perorangan,” tandas Aris.

Ia menyebutkan tiga jenis hibah. Yakni,  hibah uang, hibah barang dan hibah jasa.

Hibah uang khusus untuk kadipaten dan kasultanan. Kecuali  saat terjadi pandemi Covid-19.  Hibah Dana Keistimewaan bisa digunakan untuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan koperasi.

Kata Aris, masyarakat bisa menggunakan hibah barang.  Caranya cukup dengan mengajukan proposal.

Lalu, proposal tersebut diajukan kepada pemerintah daerah. Hanya, penggunaan Danais tidak bisa berdasarkan “bagito” (bagi rata, red).

“Tapi, tetap harus fokus. Keberhasilan wisata Mangunan, Breksi dan Kampung Flory adalah contoh penggunaan Danais karena fokus,” ujarnya.

Kabid Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Kundha Kabudayan DIY,  Dra Y Eni Lestari Rahayu mengatakan, pemerintah DIY melakukan akreditasi lima tahun sekali terhadap kalurahan rintisan budaya.

Akreditasi berdasarkan usulan kota dan  kabupaten.  Akreditasi menjadi  syarat  kalurahan rintisan budaya menjadi kelurahan budaya.

BACA JUGA: Pria Beristeri Bakal Dapat Cuti Kerja, Bisa Diperpanjang Lagi

SENI DAN BUDAYA: Salah satu potensi Kalurahan Putat. (desaputat.gunungkidulkab.go.id)

“Ada lima unsur yang harus dipenuhi menjadi kalurahan budaya,” jelas Eni.

Pertama,  adat, tradisi, dan upacara adat. Kedua, kesenian dan permainan tradisional. Ketiga, bahasa, sastra dan aksara Jawa.

Keempat, kerajinan kuliner dan pengobatan tradisional. Sedangkan kelima penataan ruang, bangunan dan warisan budaya.

Hingga tahun 2022, di DIY terdapat 76 kalurahan budaya. Di Kulon Progo sebanyak 16 Kalurahan Budaya, Bantul (19), Gunungkidul (19), dan  Kota Yogyakarta 3 Kalurahan Budaya.

Kalurahan Budaya juga dibantu dengan event, publikasi, dukungan promosi,  dan peningkatan sumber daya manusia.

Pemerintah DIY juga memberi pendampingan tenaga teknis kepada Kalurahan Budaya. Masing-masing  didampingi 2 orang.

“Tapi,  152 pendamping Desa Budaya yang bertugas sejak awal 2022 sudah ditarik. Karena masa kerjanya berakhir bulan Desember,” terang Eni. (*)

 

 

Penulis:

Hobinya menulis, mendaki dan jalan-jalan...

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

PILIHAN REDAKSI

Peringati Hari Jadi ke-75 Kulon Progo, Alun Alun Wates “Membara”

  • 16 Oktober 2026 18:34 WIB

Pertunjukan yang berlangsung selama satu jam lebih ini terinspirasi cerita Api di Bukit Menoreh. 

Ajak Masyarakat Gemar Membaca, DPAD DIY dan DPRD DIY Bedah Buku tentang Memaknai Hidup

  • 23 September 2026 09:07 WIB

Buku merupakan hasil belajar bersama dari dinamika jatuh bangun membangun keluarga.

Percasi Kota Yogyakarta Siap Berlaga di Kejurnas Catur 2026, Urusan Akomodasi jadi Kendala

  • 1 Oktober 2026 21:34 WIB

Kontingen dari Kota Yogyakarta dapat kuota tujuh orang. Tetapi yang diberangkatkan lewat pengda hanya dua orang. Ini yang perlu dicari jalan keluarnya

Wayang Jogja Night Carnival Masuk Daftar 10 Top KEN

  • 8 Oktober 2026 11:30 WIB

Tema “Gana Kalajaya” adalah saduran karya Sri Sultan Hamengku Buwono X tahun 2021.

Baca Naskah Pancasila di Gedung Agung, Budi Waljiman Mengaku Merinding

  • 18 Agustus 2026 16:17 WIB

Nilai-nilai Pancasila, gotong royong, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Ditanya Tenaga Ahli Utama KSP soal MBG, Pelajar SMP 10 Yogyakarta Bilang Enak dan Suka

  • 7 September 2026 13:39 WIB

Pemkot Yogyakarta terus memperkuat koordinasi antara satgas, perangkat daerah dan SPPG untuk memantau pelaksanaan MBG secara kontinyu.

UAD Gelar Kick Off PMB 2027, Siapkan Beasiswa Rp 17,7 Miliar bagi Mahasiswa Baru

  • 12 Oktober 2026 14:54 WIB

Rrof Dr Muchlas MT mengajak para orang tua mempertimbangkan tiga faktor memilih perguruan tinggi.

26 Tahun Biznet, Terus Hadirkan Pengalaman Digital Terbaik untuk Indonesia

  • 12 Oktober 2026 15:38 WIB

Pada bulan Oktober, Biznet meningkatkan kapasitas bandwidth 100 Mbps selama satu bulan tanpa tambahan biaya apapun bagi pelanggan Biznet Home.