YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Dinas Pariwisata DIY telah menyusun sederet program istimewa selama tahun 2023.
Yakni, menuju wisata berkualitas dan berkelanjutan. Wisata inklusif, wisata untuk semua.
Pengembangan digitalisasi. Menyiapkan DIY sebagai daerah terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2025.
“Menyuguhkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan adalah semangat bersama yang harus direalisasikan semua stakeholder,” ujar Kepala Dispar DIY, Singgih Raharja kepada ZonaJogja.Com, hari ini (10/2/2023).
Kata Singgih, orientasi pariwisata berkualitas tidak linier dengan biaya mahal. Juga tidak selalu memunculkan kesan pariwisata di DIY harus merogoh kocek yang banyak.
BACA JUGA: Wanita Rawan Kanker Payudara, Waspadai Bila Ada Ini
“Apa yang dibayarkan para wisatawan sesuai yang diperoleh. What you pay, what you get. Ini arahnya,” ujar Singgih, pejabat eselon 2 yang dikenal sering melontarkan gagasan segar dalam pengembangan pariwisata di DIY.
Ke depan, semua masyarakat bisa mengakses pariwisata di DIY. Mulai anak muda, orang tua, anak-anak, juga penyandang disabilitas.
Outputnya jelas. Program tersebut bisa meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan.
Secara signifikan juga bisa menambah waktu tinggal selama liburan di DIY.
Selanjutnya, Singgih berharap, inovasi pembayaran menggunakan aplikasi Visiting Jogja juga bisa memudahkan para wisatawan liburan di DIY.
Dinas Pariwisata DIY juga akan mengoptimalkan parwisata yang berpotensi didatangi wisatawan domestik.
BACA JUGA: BULD DPD RI Datangi DIY, GKR Hemas Bilang Daerah Tak Perlu Khawatir
Pariwisata itu mengusung tema life in village. Singgih meyakini, wisata hidup di desa sangat diminati.
Karena wisata ini tidak hanya senang-senang. Tapi, dibalut dengan edukasi yang menyenangkan.
“Sebenarnya sudah banyak wisata model seperti ini di DIY. Tinggal dioptimalkan,” kata Singgih.
Selain itu, wisata relijius juga berpotensi dikembangkan di DIY. Alasannya, wisata relijius memiliki segmen tersendiri.
Ada Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Makam Syekh Jumadil Qubro di Turgo. Masjid Gedhe Kauman, dan Masjid Pathok Negoro yang berada di empat titik.
Yakni, Masjid Dongkelan di Kauman, Dongkelan, Tirtonirmolo, Bantul. Masjid Babadan di Kauman, Babadan, Banguntapan, Bantul.
BACA JUGA: Gara-Gara Ikut Gathering, Banyak Anak Muda Tertarik Bikin Resepsi di Sini
Masjid Wonokromo di Plered, Bantul. Masjid Mlangi di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman. Dan, Masjid Plosokuning di Ploso Kuning, Ngaglik, Sleman.
Juga ada Gereja Ganjuran Bantul, Sendang Sono Kalibawang, Pura Vaikuntha Vyomantara di Kompleks AAU, Goa Maria Tritis.
Klenteng Gondomanan, Sendang Sriningsih, dan Klenteng Poncowinatan.
“Sekarang tinggal bagaimana semua stakeholder bersinergi mengembangkan pariwisata di DIY,” kata Singgih. (*)











