Tutup
Kampus

Rawan Banjir dan Pohon Tumbang, Mahasiswa KKN UMY Datangi Desa Trimurti, Bikin Pelatihan Manajemen Penanggulangan Bencana

93
×

Rawan Banjir dan Pohon Tumbang, Mahasiswa KKN UMY Datangi Desa Trimurti, Bikin Pelatihan Manajemen Penanggulangan Bencana

Sebarkan artikel ini
PREVENTIF: Dosen Teknologi Rekayasa UMY, Ir Putri Rachmawati ST MEng menyerahkan alat pelindung diri kepada Lurah Trimurti, Agus Purwaka ST. (thiwul/zonajogja.com)

BANTUL, ZonaJogja.Com –  Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bikin program  tidak biasa.

Mahasiswa menemui warga Trimurti Srandakan, Bantul. Agendanya adalah menggelar pelatihan manajemen penanggulangan bencana berbasis komunitas.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Acara yang diselenggarakan 4 Februari lalu  ini diikuti 40  peserta. Juga dihadiri relawan anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bangkit, Srandakan.

“Pelatihan untuk meningkatkan kapasitas komunitas menanggulangi bencana,  khususnya  manajemen posko,” terang Dosen Teknologi Rekayasa UMY, Ir Putri Rachmawati ST MEng.

BACA JUGA: FKG UGM Gelar Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit, Gratis, Simak Informasinya

Juga hadir Alfian Imam Nafi (ketua Mahasiswa KKN UMY 086), dan Aznadyal Napishaz (TRO UMY).

Pelatihan mendatangkan R Ardian Dwi Roy Subekti SIKom dari Tim Reaksi Cepat BPBD DIY.

Putri mengatakan materi pelatihan meliputi manajemen penanggulangan bencana, manajemen posko, prosedur dan langkah manajemen posko.

“Kami juga menyerahkan hibah alat pelindung diri. APD ini kami serahkan tanggal 17 Februari lalu,” terang Putri.

Lurah Trimurti, Agus Purwaka ST mendukung kegiatan mahasiswa KKN UMY bekerjasama  FPRB Bangkit.

“Karena Srandakan adalah daerah rawan  bencana, khususnya banjir dan pohon tumbang,” terang Lurah Agus Purwaka.

BACA JUGA: Bappeda Kota Yogyakarta Sediakan Dana Penelitian Rp 30 Juta, Ini Caranya Mendapatkan

ANTUSIAS: Peserta pelatihan manajemen penanggulangan bencana. (thiwul/zonajogja.com)

Pembicara R Ardian Dwi Roy Subekti SIKom mengatakan, output kegiatan –pelatihan adalah menjadikan komunitas tanggap dalam menanggulangi risiko bencana.

Mampu mengkonsolidasikan penanganan darurat dengan instansi terkait, mampu membuat kajian cepat dan menyampaikan laporan.

“Termasuk bisa menyajikan data kebencanaan, serta mampu mendirikan posko tanggap darurat,” kata Ardian. (*)