Sleman, ZonaJogja.Com – Atmosfer laga pamungkas MilkLife Soccer Challenge – Yogyakarta 2025 di Stadion Tridadi Sleman, Minggu (22/6/2025) sangat kompetitif.
Tim yang berlaga di partai final ini sama-sama ngotot meraih gelar juara. Hasilnya, SD Kanisius Duwet memenangi laga final yang sengit setelah tampil impresif melawan MIS Al Islamiyah Grojogan pada Kelompok Umur 12.
SD Kanisius Duwet melawan MIS Al Islamiyah berlangsung alot dengan skema bermain bertahan dan menyerang sejak kickoff babak pertama.
Penggawa kedua tim langsung melancarkan serangan ke jantung pertahanan. Namun, beberapa peluang yang tercipta belum bisa dikonversi menjadi gol.
BERITA LAIN: Road to MJM 2025, Bank Mandiri Periksa Kesehatan 1.650 Abdi Dalem

Skor kacamata berhasil terpecahkan di menit-menit akhir babak pertama melalui sepak pojok yang dilesatkan Regina Lintang Putri, pemain nomor punggung 4 SD Kanisius Duwet.
Gol indah itu menutup babak pertama dengan skor 1-0. Usai turun minum, pola bermain kedua tim semakin agresif. Perebutan penguasaan bola terus terjadi dengan tensi yang cukup tinggi.
Saling potong umpan silang pun tak terelakan meski tiada gol tercipta hingga peluit panjang panjang berbunyi. SD Kanisius Duwet menorehkan sejarah dengan menjadi pemenang di sektor KU 12.
Official SD Kanisius Duwet, Laurensius Yulian Novena Aji tak menyangka anak asuhnya berhasil menapaki podium juara MilkLife Soccer Challenge.
BERITA LAIN: Disdikpora Kota Yogyakarta Buka Program Inkubasi Wirausaha, Disediakan Modal Rintisan Usaha

Sebelumnya pada MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 2024, tim asuhannnya gugur di babak 64 besar.
“Saya selalu menanamkan kepada tim untuk melawan egomu, lawan rasa malasmu, fokus ke bola dan ternyata para pemain bisa memberi hasil yang optimal saat bertanding,” ujarnya.
Sementara partai final KU 10 yang mempertemukan SDN Ungaran 1 versus SDN Imogiri 3 juga berlangsung seru dengan skor akhir 4-0.
Gol getter SDN ungaran 1, Natasha Tiolyne Hutapea menorehkan hattrick di papan skor pada babak pertama. Dua gol lahir berkat kerja sama apik serta umpan tiki-taka dari Nayarra Aurelia Irawan dan Naomi Almira Reyza yang dieksekusi sempurna oleh Natasha.
BERITA LAIN: 80 Perusahaan Hadiri Musrenbang Forum TSLP, Siap Sinergi dengan Pemkot Yogyakarta

Sedangkan satu gol lain tercipta setelah tendangan penalti karena pelanggaran handsball. Keunggulan 3-0 ini menutup babak pertama.
Setelah istirahat, jual beli serangan terus terjadi antara kedua tim. Penggawa tim SDN Ungaran 1 berhasil mempertebal keunggulan 4-0 melalui sepak pojok yang dieksekusi Gabriella Zeta Tampubolon dan disontek Nayarra langsung ke gawang.
“Terimakasih teman-teman yang sudah berjuang dengan semangat dan tidak menyerah sampai menang. Berkat doa orang tua juga aku #BeraniCetakGol dan makin suka main sepak bola,” ucap Natasha yang juga menjadi Top Scorer dengan total 27 gol. (*)











