Kronika

Prosesi Umbul Donga Iringi Tasyakuran Ulang Tahun ke-72 Yani Saptohoejodo

×

Prosesi Umbul Donga Iringi Tasyakuran Ulang Tahun ke-72 Yani Saptohoejodo

Sebarkan artikel ini

Wahjudi Djaja jadi Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo

ULANG TAHUN: Acara peringatan hari kelahiran Yani Hoedojo ke-72 dihadiri seniman, budayawan dan tokoh masyarakat. Digelar di Galeri Saptohoedojo di Jalan Laksda Adisucipto Km 9 secara sederhana, tapi khidmat. (istimewa)

Sleman, ZonaJogja.Com – Seniman Yani Saptohoedojo genap berusia 72 tahun pada  25 November 2025.

Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo menggelar tasyakuran merayakan ulang tahun ke-72 Yani Saptohoedojo pada 25 November lalu.

Digelar di Galeri Saptohoedojo di Jalan Laksda Adisucipto Km 9 secara sederhana, tapi khidmat.

Acara  peringatan hari kelahiran isteri mendiang  Sapto Hoedojo dihadiri  seniman, budayawan dan tokoh masyarakat.

Antara lain  Sri Surya Widati, Yati Pesek, Taufik Ridwan, Lily Taloroso, Hasta Indriyana, para seniman, dan budayawan.

Diawali prosesi umbul donga yang dipimpin R Bambang Nursinggih dari LKJ Sekar Pangawikan. Juga dimeriahkan penampilan musisi Gati Andoko.

Jadi Penanda Awal Kerja Pusat Kebudayaan Saptohoedojo

Acara tasyakuran ulang tahun Yani Saptohoedojo  ke-72 ini tak hanya  mempertemukan berbagai simpul seni, sastra, dan budaya.

Tetapi, juga menjadi penanda awal kerja Pusat Kebudayaan Saptohoedojo yang dipimpin Wahjudi Djaja.

Seperti diketahui, Wahjudi adalah sejarawan dan budayawan Sleman. Ia dipilih menjadi Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo.

Selain pameran bulanan,  kediaman peninggalan pelukis Saptohoedojo akan dijadikan oase budaya.

Juga akan diadakan diskusi rutin dengan tema kesemestaan Saptohoedojo, macapatan, pembacaan puisi dan menghidupkan kafe.

Sejumlah nama telah diajak terlibat menggarap program kerja Pusat Kebudayaan Saptohoedojo. Antara lain Ansori Mozaik, Enroel, dan Ramhadi.

“Sayang sekali jika jejak pemikiran dan karya beliau diabaikan,” ujarnya.

Pasalnya, posisi Galeri Saptohoedojo sangat strategis dijadikan gerbang timur budaya Yogyakarta.

Setiap 6 Februari Digelar Pekan Saptohoedojo

Rencananya, setiap 6 Februari dimulai tahun 2026 akan diselenggarakan Pekan Saptohoedojo. Tanggal 6 Februari adalah kelahiran Sapto Hoedojo.

Dukungan pengembangan Galeri Saptohoedojo  disampaikan Tim Garuda 9. Anggota tim, Rahadi Sapta Abra mengapresiasi gagasan menghidupkan Galeri Saptohoedojo.

Sementara Yani Saptodojo berharap  Galeri Saptohoedojo semakin berisi dan memberi warna bagi DIY dalam dunia seni dan budaya.

“Pak Sapto sudah mengerjakan dan meninggalkan karya yang lengkap. Kita wajib mengangkat dan memperkenalkan peran beliau agar menjadi teladan, pembelajaran dan pilar perkembangan budaya bangsa,” kata Yani.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Sleman Arif Marwoto SH MAP mendukung langkah Yani menjadikan karya Saptohoedojo sebagai museum.

“Ini akan melengkapi khazanah permuseuman di Sleman, pembentukan museum dengan karakter khusus ini akan menjadi media edukasi generasi muda,” kata Arif.  (*)

250