Wisata

Melawan Lelah dan Lapar, Bocah Ini Menyerah di Pos Jolotundo

24
×

Melawan Lelah dan Lapar, Bocah Ini Menyerah di Pos Jolotundo

Sebarkan artikel ini
MELAWAN LELAH: Widodo bersama dua anaknya, Rizky dan Raisa. (istimewa)

Karanganyar, ZonaJogja.Com – Namanya Raisa Fitri Kurniasari. Bocah perempuan  berusia 10 tahun ini sama sekali belum memiliki pengalaman mendaki.

Dia hanya sering melihat foto-foto pendakian Widodo, ayahnya dari handphone. Ayahnya sejak masih muda memang hobi mendaki,  berpetualang dan touring.

Saat ayahnya  menawari  mendaki gunung, tiba-tiba saja Raisa mengiyakan. Singkat cerita, lokasi yang dipilih Gunung Lawu.

Tak hanya Raisa yang ikut.  Ayahnya juga mengajak Rizki, kakak Raisa, yang baru saja lulus sekolah menengah kejuruan. Juga ada beberapa saudara Raisa yang ikut.

Mereka berangkat Sabtu (4/7/2026)  sore setelah ayahnya  pulang kerja sebagai satpam di rumah sakit yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto.

Mengendarai sepeda motor, ayah dan dua anaknya melaju ke Gunung Lawu. Jalur pendakian yang dipilih di Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.

Jam 1 Pagi Masuk Jalur Pendakian

BERNYALI: Raisa Fitri Kurniasari saat istirahat di pos 4. (istimewa)

Setelah melewati Jalan Solo, Klaten, Delanggu, Karanganyar, Tawangmangu, mereka tiba di Cemoro Sewu pukul 23.00.

Mereka istirahat sejenak di basecamp. Lalu, jam 01.00 mereka masuk jalur pendakian.

“Pendakinya banyak,” ujar Widodo.

Jalur Cemoro Sewu memang  banyak diminati. Start awal berada di ketinggian  sekitar 1.900 meter di atas permukaan laut.

Jalurnya didominasi susunan batu. Prakiraan waktu yang dibutuhkan sampai ke puncak Lawu antara 5-7 jam.

Setelah melewati pos 1, para pendaki menuju pos 2  yang  dikenal Watu Gedheg.

Dari pos ini, medan pendakian mulai berat. Begitu pula bagi Raisa dan Rizki. Kecepatan mulai berkurang saat melewati tanjakan menuju hutan pinus hingga pos 4 di Watu Kapur.

Menyerah di Pos Jolotundo

TAK KAPOK: Rizki berpose di pos Jolotundo. (istimewa)

Meski sudah lelah, Rasia dan Rizki terus berjalan. Targetnya puncak Hargodumilah.

Tapi, keduanya akhirnya  menyerah di  pos 5 yang populer dengan Jolotundo pada jam 09.00.

“Sebenarnya puncak Hargodumilah tinggal sebentar lagi. Tapi, saya harus menjaga anak-anak,” kata Widodo.

Meski disiksa lelah dan lapar, Raisa dan Rizki mengaku tak kapok mendaki gunung. (*)