YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Puluhan buruh gendong Pasar Beringharjo mengikuti kegiatan mengaji bareng selama bulan Ramadan.
Dilaksanakan setiap Jumat pukul 12.45 hingga 14.15. Buruh gendong sendiri yang meminta diajari mengaji.
Gurunya sejumlah karyawan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Beringharjo. Lembaga keuangan syariah ini berkantor di selatan Pasar Beringharjo.
“Perwakilan buruh gendong datang ke kantor, minta diajari ngaji,” kata Yanuar Eko Purnomo dari BMT Beringharjo.
BACA JUGA: Berbagi di Bulan Ramadan, Lestari Wisata Jogja Ajak Anak Tuna Netra Ngabuburit
Usai menjalankan shalat dhuhur, para buruh gendong berkumpul di Sentong Endong-Endong.
Disinilah tempat para buruh gendong mengaji. Eko mengajari para buruh secara sukarela.
Awalnya, buruh gendong yang mengaji hanya 10 orang. Kemudian bertambah menjadi 30 buruh orang.
Bagi Purnomo, mengajari buruh gendong yang rata-rata telah berusia tua merupakan tantangan.
Pasalnya para buruh gendong sering lupa mengeja huruf hijaiyah. Namun, Yanuar kemampuan mengaji para buruh gendong terus mengalami peningkatan.
BACA JUGA: Ini Besaran Kafarat Puasa dan Cara Membayar
“Dulu ada yang sama sekali tidak bisa membaca. Sekarang sudah bisa membaca, meskipun belum lancar,” ujar Purnomo.
Selain mengaji, buruh gendong juga diajari bacaan-bacaan salat sampai doa setelah salat.
Terutama pembetulan bacaan-bacaan doa dan surat pendek.
Koordinator Tim Kibar, Radian Fahma Wulandari mengatakan pelajaran mengaji menggan metode Iqro dan Kibar.
Buku Iqro memiliki 6 jilid. Sedangkan Kibar 4 jilid. Terdiri pra, Kibar A, B dan C baru masuk Alquran.
“Kibar Pra biasanya untuk yang belum mengenal huruf hijaiyah,” ujar Radian. (*)











