oleh

Ratusan Pegawai Rumah Sakit Bergaji di Bawah UMP

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyatakan, jangan sampai ada pegawai instansi kesehatan di DIY, terutama rumah sakit, yang berpenghasilan di bawah UMP.

“Saya prihatin karena masih mendengar ratusan karyawan rumah sakit berpenghasilan di bawah UMP. Padahal mereka bekerja di rumah sakit milik pemerintah daerah,” kata Huda kepada ZonaJogja.Com, sore ini (12/11/2021).

Bahkan, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini juga mendapatkan informasi tentang perawat kontrak dan nakes yang penghasilannya di bawah UMP.

Huda menengaskan, keadaan tersebut semestinya segera diperbaiki. Selain melanggar aturan, juga akan menambah  kemiskinan.

“Di bawah UMP berarti potensi di bawah garis kemiskinan. Padahal mereka bekerja keras sesuai jam kerja,” ujarnya.

BACA JUGA: Bermitra dengan Prodi Agroteknologi, IKAGRO Kembangkan Sektor Pertanian

Ada rumah sakit daerah yang tidak mampu menggaji minimal UMP karena perputaran yang tidak memadai setelah berstatus BLUD.

Huda meminta pemerintah daerah segera turun tangan. Mencari solusi agar kesejahteraan pegawai yang bekerja di instansi kesehatan semakin membaik.

Pada Hari Kesehatan Nasional ini, Huda mengajak masyarakat  menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan kesehatan, tenaga kesehatan, dan semua yang bekerja di instansi kesehatan dari rumah sakit, klinik, dinas maupun insan kesehatan lain.

“Saya sangat mengapresiasi dan berutang budi kepada para tenaga medis, terutama saat melewati masa sulit pandemi COVID-19,” ujarnya.

Mereka adalah pahlawan garda depan membantu masyarakat yang sakit dengan risiko jiwa mereka sendiri.

 (aza/asa)

 

Komentar