Tutup
Profil

Dewi Agustin, Gadis Magetan yang Sebentar Lagi Lulus dari UGM, Kisah Hidupnya Mengharukan

87
×

Dewi Agustin, Gadis Magetan yang Sebentar Lagi Lulus dari UGM, Kisah Hidupnya Mengharukan

Sebarkan artikel ini
APIA DEWI AGUSTIN: Perantau yang sukses kuliah di UGM. (humas ugm)

SLEMAN, ZonaJogja.Com  – Apia Dewi Agustin. Gadis berusia 22 tahun ini  akan menyelesaikan kuliah  prodi Akuntansi,  Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Saat ini,  Dewi, begitu sering disapa, masih kuliah semester 8.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Bismillah. Sebentar lagi lulus,” kata Dewi dengan nada semangat.

Ada sederet kisah perjalanan Dewi kuliah di UGM. Perjuangan hidupnya juga tak main-main.

Dewi, lahir di lereng Gunung Lawu wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Orang tuanya petani sayur. Juga membuka warung kelontong kecil-kecilan di rumah.

Ibunya terus menyemangati agar Dewi menyelesaikan kuliah. Ia merasa senang mempunyai ibu yang menyayangi dan pengertian.

Tapi, Dewi juga sesekali sedih saat mengingat ayahnya yang sudah meninggal dunia satu tahun lalu.

Dewi mengaku bersyukur saat diterima sebagai mahasiswa UGM pada empat tahun lalu.

Ia tidak mendaftar beasiswa bidikmisi. Namun, karena masuk dalam kelompok UKT 2, semester satu diikutkan pada beasiswa bidikmisi.

“Saya dapat rekomendasi bidikmisi  dari Direktorat Kemahasiswaan pada awal semester 1,” kata Dewi seperti dilansir ugm.ac.id.


BACA JUGA:


Ia menyukai Akuntansi sejak masih duduk di bangku SMP.  Saat sekolah SMA, ia mengambil  kelas IPS.

“Guru ekonomiku sangat inspiratif dan favorit banget. Ngarahin  ikut lomba, OSN, ikut pembinaan dan sebagainya,” kenangnya.

Dewi juga meraih prestasi sebagai  lulusan yang memperoleh nilai tertinggi di  Kabupaten Magetan. Bahkan,  tertinggi di almamater.

“Secara nggak langsung, tersugesti dan termotivasi. Dari lingkungan keluarga, kakakku juga lulusan akuntansi. Jadi banyak dapat amunisi,” kata Dewi anak bungsu dari dua bersaudara.

Meski memiliki prestasi di kampung halaman, Dewi mengaku sempat minder dan insecure bertemu  teman kuliah yang keren-keren.

“Tapi alhamdulillah. Lama-lama jadi terbiasa. Enjoy aja dengan keadaan,” imbuhnya.

Agar bisa mengikuti kuliah dengan baik, Dewi membiasakan diri membaca materi dan buku berbahasa Inggris.

Ia juga aktif di ruang kuliah.  Kata Dewi, peningkatan diri tidak hanya tentang wawasan dan pengetahuan.

Tetapi juga pola pikir, tingkah laku, kedisiplinan, dan pengalaman.

Dewi beruntung  bisa menjadi peserta program beasiswa Bidikmisi. Sangat membantu kelancaran kuliah.

Pasalnya, kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan yang tidak banyak berbuat untuk membiayai keperluan selama kuliah.

“Beasiswa ini sangat membantu,” ujarnya.

Saat ini, Dewi menunggu ujian sidang skripsi. Ia melakukan penelitian tentang Sistem Informasi Akuntansi Wakaf.

Penelitian ini digarap dengan proyek dosen FEB yang dibiayai  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

 

(aza)