Tutup
Kronika

Apa Istimewanya Kotagede? Ini Jawaban Budayawan Achmad Charris Zubair

66
×

Apa Istimewanya Kotagede? Ini Jawaban Budayawan Achmad Charris Zubair

Sebarkan artikel ini
DIALOG: Mengungkap istimewanya Kotagede. Achmad Charris Zubair dan Puji Qomariyah pada podcast Kutunggu di Pojok Ngasem. (Mukijab)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Kotagede dengan keindahan cagar budaya dan kotanya pernah dinobatkan sebagai terindah di Asia oleh Cable News Network (CNN) Internasional.

Kotagede disejajarkan dengan Hoi An (Vietnam), Yufuin (Jepang), George Town (Malaysia), City of Vigan (Filipina), Luang Prabang (Laos), Kampot (Kamboja), Galle (Sri Lanka), Zhouzhuang (China), Mawlynnong, (India), Ghandruk (Nepal), Sai Kung (Hong Kong), dan Phuket Town (Thailand).

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Dinamika sosial, ekonomi, budaya kontemporer di Kotagede dan kota-kota lain di Yogyakarta mendorong perubahan tertentu dari segi fungsi bangunan maupun perubahan penggunaan cagar budaya,” kata Budayawan Drs Achmad Charris Zubair MA pada dialog podcast Kutunggu di Pojok Ngasem UWM, 5 Agsustus lalu.

Acara ini dipandu Wakil Rektor UWM, Puji Qomariyah SSos. Kata Zubair, perubahan apapun di kota bersejarah semestinya memperkuat latar belakang sosio-kultural, ekonomi cagar budaya dan masyarakatnya.


BACA JUGA:


Cagar budaya terawat secara prinsip. Tetapi juga bisa mensejahterakan masyarakat.

“Apa istimewanya Kotagede?” tanya Puji.

Zubair mengungkapkan, Kotagede memiliki sejarah panjang yang dapat digunakan untuk pembelajaran. Kotagede juga memiliki kekhasan yang tidak dimiliki daerah lain.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 186 Tahun 2011, Kotagede merupakan satu dari enam kawasan cagar budaya selain Keraton, Malioboro, Pakualaman, Kotabaru, dan Imogiri.

Di Kotagede terdapat beberapa keunikan. Tata ruang kota sangat unik karena merupakan bekas ibu kota kerajaan Mataram.

Kota ini memiliki keunikan arsitektur bangunan kuno. Terdapat gaya arsitektur mulai  Hindu, Jawa, Jawa-Islam, sampai  gaya Indische-Eropa.

Kotagede juga memiliki potensi keunikan  makanan dan kerajinan yang merupakan kemahiran masyarakat setempat.

“Apakah seluruh kawasan cagar budaya Kotagede bisa direvitalisasi total?” tanya Puji lagi.

“Apakah itu memungkinkan? Saya pikir itu tidak mungkin,” jawab Zubair.

(aza)