Tutup
Nasional

Penyandang Disabilitas Ini Hanya Bisa Menangis Saat Didatangi JNE, Begini Ceritanya

51
×

Penyandang Disabilitas Ini Hanya Bisa Menangis Saat Didatangi JNE, Begini Ceritanya

Sebarkan artikel ini
TERIMAKASIH, JNE...: Mohamad Hikmat sembari memangku anaknya, meihat kendaraan listrik dari JNE. (humas jne)

BATANG, ZonaJogja.Com –  JNE menyerahkan satu unit kendaraan listrik roda tiga kepada Mohamad Hikmat. Siapa Hikmat?

Hikmat, pria berusia 30 tahun ini adalah penyandang disabilitas kelahiran Sukabumi, Jawa Barat.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Sempat merasa rendah diri saat remaja. Namun berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Nusantara Bandung.

Ia menyandang gelar Sarjana Pendidikan Luar Biasa. Kini Hikmat menjadi tenaga pengajar di SLB Negeri Batang.

Penyerahan kendaraan listrik berlangsung di Kantor Cabang JNE Batang, Jalan Raya Kandeman Km 4,5 Kandeman Batang, 19 Januari lalu.

BACA JUGA: Pembeli Dawet Jabung di Ponorogo Tak Boleh Bawa Lepek, Ternyata Ini Alasannya

JNE PEDULI: Menyerahkan satu unit kendaraan listrik kepada Mohamad Hikmat. (humas jne)

Adalah Kepala Cabang Utama JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam yang menyerahkan secara langsung kendaraan listrik kepada Hikmat.

Juga hadir Mochamad Firmansyah, salah satu pelanggan JNE Batang yang turut berpartisipasi dalam kegiatan CSR.

Firmansyah adalah owner Samudera Batik Firmansyah. Ia  menyerahkan batik tulis kepada Hikmat.

“Kami salut dengan dedikasi Pak Hikmat terhadap dunia pendidikan. Sebagai perusahaan anak negeri dengan tagline Connecting Happiness, JNE  memberi apresiasi kepada siapapun yang berkontribusi untuk Indonesia,” kata Wahyu.

BACA JUGA: Tunggu Keputusan Penjabat Walikota, Rusunawa Tower 1 Tegalrejo Dikembalikan jadi Hunian

BINGKISAN: Mohamad Hikmat menerima batik tulis dari Mochamad Firmansyah, owner Samudera Batik Firmansyah. (humas jne)

Hikmat  berterimakasih kepada JNE yang  memberi sarana transportasi.

“Ini perhatian yang luar biasa dari JNE. Terimakasih yang tak terkira,” ujarnya.

Sebelum menjadi guru, Hikmat sempat menjadi tukang jasa ukur tensi keliling, sopir taxi online, dan pemusik wedding.

Tapi, Hikmat kembali ke pekerjaan yang paling disenangi. Yakni menjadi guru.

Kepada siswa, Hikmat selalu memberi motivasi. Meyakinkan keterbatasan fisik bukan halangan meraih cita-cita. (*)