Headline

Sampah dari Sleman Ditampung di Tamanmartani, Kota Yogyakarta di Kulon Progo dan TPA Piyungan

435
×

Sampah dari Sleman Ditampung di Tamanmartani, Kota Yogyakarta di Kulon Progo dan TPA Piyungan

Sebarkan artikel ini
PINGGIR JALAN: Pagi ini, warga masih membuang sampah di Jalan KHA Dahlan. (azam/zonajogja.com)

ZonaJogja.Com – Gubernur Sultan HB X memerintahkan  Kabupaten Sleman mengelola sampah mandiri di Tamanmartani, Kalasan.

Tamanmartani sudah bisa digunakan terhitung  mulai Kamis (27/7/2023). Tempat ini mampu menampung 260 ton sampah per hari.

Namun, lokasi ini hanya diperuntukan  sampah dari wilayah kabupaten Sleman.

“Beliau  menyampaikan untuk menggunakan Tamanmartani. Tidak kemana mana. Saya sudah matur langsung ke Bu Bupati. Tidak lewat perantara siapa siapa,” kata  Sekda DIY Beny Suharsono di Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan.

Bagaimana dengan Pemkab Bantul? Sekda menyatakan tidak ada masalah.

BERITA LAIN: Hari Ini Muktamar HW Pilih 13 Nama, 4 Srikandi Asal DIY Masuk Bursa Formatur

Bantul memiliki lokasi yang masih memadai. Bisa mengolah sampah secara terdesentralisasi. Bantul mempunyai program sampah selesai di level kalurahan.  Contoh pengelolaan sampah yang sudah  maju berada di Kalurahan Panggungharjo.

Sedangkan Kota Yogyakarta, Pemda DIY memberi solusi menggunakan Zona Transisi 1 TPA Piyungan.

Mulai dilakukan Jumat hari ini (28/72023).  Namun hanya  menampung 100 ton sampah per hari.

Hanya sampah residu organik yang akan ditampung. Sementara sampah anorganik bisa dikelola bisa dijual atau dimanfaatkan bank sampah.

Sedangkan sampah organik  bisa diolah menjadi kompos.  Kata Sekda, Kota Yogyakarta harus mencari jalan keluar sendiri untuk mengolah sampah.

BERITA LAIN: 1.068 Mahasiswa KKN UMBY jadi Peserta BPJS, Rektor: Jaga Kesehatan

“Pemda DIY membantu penampungan 100 ton per hari. Jadi,  Zona Transisi 1 TPA Piyungan hanya akan menampung sampah milik kota,” ujar Beny.

Saat ini, Zona Transisi 1  memiliki celah 10 persen dengan daya tampung sekitar 1.742 meter per segi .

Volume sampah di Yogyakarta diperkirakan  sekitar 260 ton per hari yang semula ditampung di TPA Piyungan.

Dari jumlah itu, sebagian “dititipkan” ke Kabupaten Kulon Progo.

“Mengingat keterbatasan lokasi penampungan, saya berharap masyarakat Kota Yogyakarta harus bijak. Mulai mengelola sampah dari rumah tangga terkecil,” pinta Sekda.

BERITA LAIN: Dipercaya sebagai Kebenaran, Karena Terlihat Masuk Akal

Beny mengatakan, kabupaten dan kota sebenarnya mampu  menyelesaikan masalah sampah secara mandiri.

Namun, selama ini tidak terdorong melakukanpenyelesaian tersebut karena lebih mudah mengandalkan TPA Piyungan.

“Kita sudah dalam kondisi menghadapi sampah di depan mata. Kita akan kelola, harus bekerja sama antar daerah di DIY. Tidak usah ditunda lagi. Kabupaten dan kota bisa mandiri kok sebenarnya,” kata Beny. (*)