ZonaJogja.Com – UGM menempatkan kebijakan mengenai penelitian dan publikasi sangat penting.
Termasuk kebijakan menyangkut alokasi anggaran untuk penelitian dan publikasi.
“Perlu dukungan tim yang bisa mengangkat banyak penelitian. Harapannya ke depan menjadi driven. Bukan sebagai follower,” kata Peneliti dari Pusat Halal UGM, Prof Ir Yuny Erwanto SPt MP PhD IPM, hari ini (9/8/2023).
Kata Yuny, UGM bukan lagi sekadar mampu menembus jurnal-jurnal internasional.
BERITA LAIN: Suka Lari? Ayo, Ikuti UGM Trail Run 2023
Namun, mendapatkan prestise tertinggi pada jenjang perguruan tinggi dunia akhir-akhir ini.
Saat ini, kata kunci deteksi halal dibuka dengan title, abstract dan keywords pada scopus data based.
UGM pun berbuah manis. Pasalnya, tercatat nomor 1 sedunia. Di halaman tersebut muncul deteksi terkait penelitian menyangkut bahan-bahan non halal.
Publikasi UGM tertinggi dibandingkan Malaysia, Thailand dan negara lain yang mengembangkan penelitian yang sama.
Di Halal Detection, dominasi UGM sekitar 37 persen. Yuni berharap ada lembaga yang menggawangi internasional branding dan marketing.
BERITA LAIN: Anak Sulung Hamil 7 Bulan, Pak BW Gelar Tingkeban, Suasananya Jadul Banget
“Meskipun memiliki karya besar di ranah internasional, namun bila kurang didengar akan kurang menguntungkan,” ujarnya.
Sementara Malaysia dan Thailand jeli mengelola branding dan marketing. Menjadikan penelitian terkait halal laku.
Yuny lantas menyebut Direktorat Kemitraan dan Relasi Global di UGM. Lembaga ini sebenarnya bisa melakukan berbagai terobosan.
“Kemampuan melihat penyelesaian persoalan di masa depan menjadi kunci keberhasilan dalam menyusun rencana strategis penelitian,” kata Yuny.
BERITA LAIN: Lele Truno, Ikan Berupa Kepala dan Tulang di Kompleks Makam Raja Kotagede, Ini Ceritanya
Eksposure internasional menjadi salah satu strategi agar akademik reputasi UGM meningkat secara internasional.
Jika reputasi akademik meningkat, bisa dipastikan ranking UGM ikut naik. (*)











