Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Festival Quick Wins yang digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (24/5/20225) malam berlangsung meriah dan sukses.
Festival yang diikuti 163 organisasi perangkat daerah ini memamerkan sederet program yang berhasil direalisasikan selama 100 hari pertama kerja Walikota Hasto Wardoyo dan Wawali Wawan Harmawan.
Festival sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja seluruh OPD melahirkan terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Walikota Hasto Wardoyo menyatakan, festival menjadi momentum bagi Pemkot Yogyakarta terus memperkuat budaya kerja cepat, inovatif, dan berorientasi pada hasil nyata yang dirasakan langsung masyarakat.
BERITA LAIN: Bayar Premi dan Lapor Tepat Waktu, LPS Apresiasi BPR dan BPRS
“Saya berharap capaian-capaian awal ini tidak berhenti hanya pada 100 hari kerja. Namun berlanjut menjadi sistem yang berkelanjutan,” pinta Walikota Hasto.
Hasto berharap proyek perubahan yang digagas dalam 100 hari kerja dapat berjalan lebih baik. Bisa dikawal bersama-sama.
Namun, tidak semua organisasi perangkat daerah menarasikan program kerja masing-masing instansi pada acara Festival Quick Wins yang disaksikan ratusan orang.
Hanya, 46 instansi yang tampil di panggung. Antara lain, Setda dengan Program Quick Wins “Pengendalian Pelaksanaan Bedah Rumah”.
Lalu, Damkarmat (Satgas Jogja Aman Kebakaran), BKPSDM (Penyiapan Pengisian JPT dan JA dengan Memanfaatkan Decission Support System (DSS) Manajemen Karir Jogja Unggul).
BERITA LAIN: Sore Nanti, Pertunjukan Musik Batu di Tebing Breksi, Suasananya Seperti Zaman Purba
Dindikpora (Program Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Sekolah Tunas Unggul di Kota Yogyakarta), Bappeda (Rencana Pembangunan Kewilayahan Tematik Terintegrasi).
Dinas Perhubungan (Uji Berkala Kendaraan Bermotor – Drive Thru), PDAM (Pasang Baru Murah harga Rp200.000 bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota Yogyakarta).
Kemantren Mergangsan (Pengelolaan Sampah dengan Mengoptimalkan Pelanggan Rumah Tangga, Transporter, Sarana Prasarana dan Patroli/ Posko Siaga, serta Pengolahan Sampah Berbasis Wilayah dengan Alat Insenerator).
Jogjatama Vieshesa (Penilaian Kinerja Perusahaan PT Jogjatama Vishesha). DPK (Pengembangan Perpustakaan Khusus Anak dan Parenting), DLH (Transformasi Depo), Dinsosnakertrans (Anak Terlantar Mandiri Berdaya Siap Kerja).
BERITA LAIN: JCB Berkolaborasi dengan Noage International, Targetkan Segmen Premium Indonesia
Dinkominfosan (Penataan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi Jaringan Fiber Optik), Dindukcapil (Dukcapil Tuntas), Dinperinkop UKM (Segoro Amarto Reborn), dan Setwan (Jaring Informasi Warga Kota Yogyakarta).
Keberhasilan Quick Wins di Dinas Lingkungan Hidup, misalnya.
Program transformasi depo sampah berhasil mengubah fungsi depo dari sekadar tempat pengumpulan sampah menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis pemilahan.
Walikota Hasto mengatakan, dalam 100 hari , lebih 23.000 ton sampah berhasil ditangani.
BERITA LAIN: Jogja Food & Beverage Expo 2025 Dibuka Hari Ini, Targetnya Dikunjungi 12 Ribu Orang

Sementara Quick Wins Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM adalah keberhasilan terobosan meluncurkan motif batik baru bernama Segoro Amarto.
Inisiatif ini menjadi upaya menjaga predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia oleh World Crafts Council (WCC).
Pada acara Festival Quick Wins juga diselenggarakan pameran foto di Graha Budaya Embung Giwangan. Ratusan foto yang dipajang merupakan rekaman visual keberhasilan Program Quick Wins.
Selain menonton foto-foto keberhaslan program, para pengunjung juga menikmati hidangan yang khusus disiapkan selama festival. Disediakan 1.300 porsi angkringan dan 1000 gorengan.
BERITA LAIN: The LoksTop #4 Bikin UMKM di Kota Yogyakarta Makin Bersinar

Di akhir acara, disampaikan 15 pemenang dari 163 quick wins yang dinilai tim juri yang dibacakan Anas Ma’ruf.
Yakni, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Pangan, Disperindag, DLH, Setda, Dinas Kesehatan, Bappeda, Disperkop dan UKM, DP3AP2KB, dan BPKAD.
Sedangkan lima kemantren yang terpilih sebagai pemenang adalah Jetis, Gondokusuman, Mergangsan, Danurejan, dan Gedongtengen.
Acara diakhiri pergelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Anom Sucondro. (*)











