Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bakal melaksanakan imunisasi human papillomavirus (HPV).
HPV adalah virus yang menyerang permukaan kulit dan selaput lendir. Juga berpotensi mengakibatkan kanker serviks.
Infeksi HPV kerap ditandai munculnya kutil di lengan, kaki, mulut, maupun area kelamin.
Infeksi ini dapat menular melalui kontak kulit langsung atau hubungan seksual dengan penderita.
“Penularan HPV, utamanya melalui kontak genital atau bisa melalui transmisi vertikal dari ibu ke anak,” terang Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, dr Endang Sri Rahayu kepada wartawan, hari ini (30/7/2026).
Mencegah penularan, Dinkes Kota Yogyakarta menganggap perlu melakukan imunisasi HPV. Sasarannya anak perempuan usia 11 tahun, 12 tahun dan 15 tahun yang belum imunisasi HPV.
Imunisasi juga menyasar anak laki-laki usia 11 tahun. Endang mengatakan, imunisasi HPV juga dilaksanakan di Jakarta dan Bali.
“Imunisasi dijadwalkan bulan Agustus,” kata Endang.
Lokasinya di sekolah, pondok pesantren, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), sanggar kegiatan belajar (SKB), dan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA).
Mengapa vaksin HPV diberikan kepada anak-anak? Kata Endang, dibandingkan remaja lanjut dan dewasa, remaja muda membentuk respon imun lebih kokoh.
Lalu, mengapa anak laki-laki juga harus divaksin? Infeksi HPV dapat mengakibatkan kanker pada anus, penis serta oropharing yang bisa terjadi pada laki-laki.
Endang menegaskan, vaksin HPV efektif dan aman diberikan pada anak perempuan atau laki-laki usia 9-15 tahun dengan 1 dosis.
Uji klinis membuktikan tidak ada hubungan kausal antara vaksin HPV dengan infertilitas, autoimun, maupun sindrom neurologis kronis.
Hanya, efek samping yang mungkin muncul setelah imunisasi adalah demam, nyeri dan pembengkanan di area penyuntikan. (*)











