oleh

Forum 2045 Gagas Kurikulum Sosial Kebiasaan Baru

YOGYAKARTA – Forum 2045 menyatakan keadaan sekarang membutuhkan terobosan baru dalam bidang pendidikan. Butuh gagasan bottom-up.  Bukan keputusan topdown.

“Butuh langkah yang didasarkan pada kesadaran warga,” kata Ketua Forum 2045, Dr Untoro Hariadi MSi dalam siaran pers kepada ZonaJogja.Com, hari ini (21/8/2021).

Kesadaran berbasis pengetahuan dan pemahaman yang harus dilakukan masa pandemi virus corona.

Kata Untoro, sekarang ini memerlukan diskusi komprehensif untuk membangun diskursus publik.

Diskusi yang menjadi awal penyusunan langkah strategis multi stakeholder. Harapannya memunculkan konsep lebih utuh tentang kurikulum sosial kebiasaan baru (KSKB).

BACA JUGA: Bagaimana Tips Gunakan Skincare saat Pandemi? Ini Penjelasannya

Juga gambaran umum tentang gerakan pendidikan masyarakat. Gerakan pendidikan  akan mengintegrasikan kampus, sekolah, komunitas , sektor privat dan pemerintah dalam  skema besar kolaborasi.

“Dengan model ini  akan terbangun  gerak bersama yang menopang keberlangsungan kebiasaan baru,” kata Untoro.

Kurikulum sosial kebiasaan baru bukan kurikulum yang datang dari atas. Tetapi, dibangun dari bawah.

“Atau diambil dari pengalaman hidup warga selama masa pandemi,” ujarnya.

Dunia akademi akan membantu memfasilitasi proses warga merefleksikan pengalaman hidup.

Lalu, mengurai, menganalisis dan mengambil pelajaran. Seluruh bahan itu  disusun  menjadi alat pembelajaran bersama.

BACA JUGA: Jalani Isoman, Sekda Kota Yogyakarta Kangen Balaikota

“Forum 2045 percaya menyelesaikan hulu masalah merupakan jalan baik  memperbaiki bidang pendidikan yang terdampak pandemi,” katanya.

Itulah sebabnya, Forum 2045 hari ini (21/8/2021) mengundang sejumlah tokoh untuk berdiskusi tentang sektor pendidikan.

Pegiat Forum 2045, Sigit Sugito menyebutkan  tokoh tokoh yang diundang.

Yakni,  Prof Dr Sunyoto Usman MA (UGM),  Prof Suwarsih Madya MA PhD (UNY),  R Endra Widyarsono MPd MM (ketua umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan), Dr Jusuf Kristianto MM MKes (dosen Poltekkes Kemenkes Jakarta I), dan  H Arya Sandhiyudha PhD (ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan PMI DKI Jakarta).

Diskusi dimoderatori  Dwi Harsono PhD (UNY) dan Dr (Cand) Bresca Merina MEc Dev dari Universitas Proklamasi 45. (aza/asa)