Tutup
Wisata

Memetik Hasil Panen di Lereng Merbabu, Warga Jakarta Bilang: Ini Mengasyikkan

70
×

Memetik Hasil Panen di Lereng Merbabu, Warga Jakarta Bilang: Ini Mengasyikkan

Sebarkan artikel ini
MENYENANGKAN: Santi, membantu petani memetik tanaman. (ninik/zonajogja.com)

MAGELANG, ZonaJogja.Com – Tempat berhawa dingin ini bisa menjadi wisata keluarga yang menyenangkan.

Lokasinya di Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Tempatnya di Dusun Grenden. Berada lereng selatan Gunung Merbabu.

Di kampung ini, pekerjaan penduduk sehari-hari adalah petani. Mereka menanam apa saja yang bisa mendatangkan penghasilan.

Misalnya, seledri, loncang, kol, slada, jipang dan tanaman lain yang menjadi bahan masakan.

Adalah Mbak Sum, warga Dusun Grenden yang telah puluhan tahun menjadi petani di lereng Gunung Merbabu.

“Di sini lebih gampang menjadi petani,” katanya didampingi Slamet, suaminya.

Ia juga telah berkali-kali menikmati hasil panen. Hanya, pada panen kali ini, Mbak Sum dan juga warga yang lain sedang prihatin.


BACA JUGA:


WISATA KEBUN: Pengunjung bersama penduduk setempat. (ninik/zonajogja.com)

Pendapatan tidak sesuai harapan. Pasalnya, harga semua tanaman sedang anjlok.

“Entah, apa sebabnya. Kalau kondisinya seperti ini terus, ini bisa merepotkan urusan dapur,” ujar Slamet.

Keluhan itu disampaikan Slamet dan Mbak Sum kepada warga Jakarta yang sedang mendampingi anaknya pindahan kuliah di Yogyakarta.

Mereka adalah pasangan suami isteri, Elfindra Aswin dan Santi Octaviani dan Tania Arkananta, anaknya.

Kemarin, El, Santi dan Tania mengunjungi lereng Merbabu setelah dari Magelang.

El dan Santi mengaku senang dolan di Grenden. Selain hawanya yang sejuk, penduduknya ramah.

“Menyenangkan berada di tempat ini,” kata Santi yang biasa disapa Encus.

Bisa “mandi kabut”, bisa melihat gunung-gunung  yang berada di Jawa Tengah.

“Satu lagi, aktivitas penduduk bercocok tanam bisa jadi wisata alternatif. Bisa untuk edukasi, bisa juga untuk wisata keluarga,” ujar El.

Misalnya wisata tanam sendiri. Pengunjung bisa ikut menanam di ladang. Atau memetik sendiri hasil panen kebun.

“Kegiatan seperti ini mengasyikkan. Terutama bagi bagi anak-anak yang jarang melihat sawah secara langsung,” ujar El.

Itulah sebabnya, El dan Encus yang sudah puluhan tahun tinggal di Jakarta ini berniat mendatangi lagi Dusun Grenden.

“Ada kesan mendalam yang tertinggal di sini. Mudah-mudahan, tempat ini bisa menjadi wisata edukasi yang bisa menghidupi penduduk setempat,” kata Encus.

(nik)