Tutup
Kronika

Kurangi Peningkatan Suhu di Jalan, Lima Mahasiswa UGM Manfaatkan ATC, Bagaimana Cara Kerjanya?

45
×

Kurangi Peningkatan Suhu di Jalan, Lima Mahasiswa UGM Manfaatkan ATC, Bagaimana Cara Kerjanya?

Sebarkan artikel ini
INOVASI: Asphalt thermal collector (ATC) untuk mengurangi peningkatan suhu akibat urban heat island. (humas ugm)

SLEMAN, ZonaJogja.Com – Mahasiswa UGM berinovasi memanfatkan asphalt thermal collector  (ATC) untuk mengurangi peningkatan suhu akibat urban heat island (UHI).

Ide penggunaan ATC digagas  tim PKM Video Gagasan Konstrukif (VGK) UGM. Mereka adalah Fikru Shidqi Helmi (Teknik Sipil 2020), Hakan Malika Anshafa (Teknik Sipil 2020), Octa Elwan Ibrahim (Teknik Sipil 2020), Nabila Alma Maharani (Teknik Sipil 2020), dan Syifa Husnun Nissa H T (Kimia 2021).

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Asphalt thermal collector  mengurangi UHI dengan cara menyerap panas pada permukaan aspal menggunakan cairan yang mengalir  dalam pipa,” jelas Fikru seperti dikutip ugm.ac.id (13/9/2022).

Seperti diketahui, aspal memiliki sifat menyerap panas. Pada siang hari jalanan aspal dapat mencapai suhu hingga 48°C.

Endingnya, mahasiswa memulai inovasi dengan menanam pipa set berbahan polypropylene  dengan kedalaman 2,5 cm dari permukaan.

BACA JUGA: Gubernur Sultan HB X Somasi Pengembang Perumahan di Sleman, Ini Penyebabnya

Pemasangan pipa dilakukan secara mengular,  dibuat segmen jalan setiap lima meter untuk memudahkan pemeliharaan.

Juga dilengkapi komponen pendukung berupa pompa dan bak penampung. Komponen pendukung diletakkan di bawah trotoar.

Terdapat pintu bagian atas untuk kebutuhan pemeliharaan. Teknisknya, air dialirkan dalam pipa melalui inlet dengan pompa dalam kondisi dingin.

Seiring bergeraknya cairan dalam pipa, panas pada lapisan aspal akan terserap air. Air yang keluar dari pipa outlet akan memiliki suhu lebih tinggi.

BACA JUGA: Pemanfaatan 84 Tanah Kas Desa Tak Sesuai Perizinan, 32 Kalurahan Ditegur

Air  ditampung dalam wadah yang berpotensi  dimanfaatkan sebagai kebutuhan komersial.

Selain mengurangi efek UHI, suhu aspal yang rendah juga dapat meningkatkan keawetan aspal.

“Aspal yang awet menjadikan biaya perawatan rendah. Keselamatan berkendara di jalan raya juga lebih terjamin,”jelas Fikru. (*)