oleh

Honda C70, Inilah Motor Kenangan bagi Bambang Wisnu dan Atiek Rarasati, Bagaimana Kisahnya?

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Sepeda motor ini bukan kendaraan biasa. Sepeda motor jadul ini menyimpan kenangan bagi Atiek Rarasati.

Atiek adalah isteri Bambang Wisnu Handoyo. Pasangan suami isteri ini sama-sama telah purna tugas sebagai aparat sipil negara (ASN) di Pemda DIY.

Bambang Wisnu Handoyo sebelum pensiun tahun 2019 menjabat kepala Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) DIY.

Sementara Atiek pernah menjadi Sekretaris Dinas Sosial DIY. Namun, Atiek mengajukan pensiun dini tahun 2019.

Kembali soal sepeda motor. Bagi Atiek, sepeda motor Honda C70 menjadi saksi perjalanan hidupnya.

BACA JUGA: Sikapi Ramalan Krisis Ekonomi Global, Deddy Pranowo: Nggak Perlu Panik, Bismillah Ada Solusinya

Dimulai saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Dilanjutkan sewaktu kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM).

Sepeda motor bernomor polisi AB 2222 QJ ini menjadi teman Atiek saat suasana suka maupun tatkala duka.

“Sepeda motor ini menjadi saksi perjalanan hidup saya,” kata Atiek yang tinggal bersama Bambang Wisnu Handoyo, suaminya di kampung Glagahsari, Umbulharjo.

Bahkan, sepeda motor itu menjadi saksi pertemuan Atiek muda dan Bambang muda yang kemudian berlangsung ke jenjang pernikahan.

“Motor ini penuh kenangan,” kata Bambang.

Selain sepeda motor honda C70 warna hijau, Atiek dan Bambang juga memiliki sepeda motor lain.

Yakni, sepeda motor “laki-laki”  merek Suzuki A100. Sepeda motor ini juga menyimpan nostalgia tersendiri bagi Bambang Wisnu Handoyo saat kuliah di Sosiologi UGM tahun 1970an.

“Dulu sering yang pakai untuk menjemput Dik Atiek sepulang kuliah,” kenang Bambang Wisnu.

BACA JUGA: Menyiasati Anomali Iklim dan Kelangkaan Pangan Global | oleh: Bayu Dwi Apri N STP MAgr PhD

MESRA: Bambang Wisnu Handoyo dan Atiek Rarasati. (dok. pribadi)

Tapi, Bambang sedih. Pasalnya, sepeda motor yang diproduksi Suzuki kali pertama di Indonesia tahun 1973 ini sudah tidak ada di garasi rumahnya.

“Motor itu dipinjam saat masuk bengkel. Sampai sekarang belum kembali,” katanya.

Tapi, Bambang dan Atiek bersyukur masih banyak barang-barang jadul lain yang tersimpan rapi. Termasuk sepeda motor C70 warna hijau yang kini disimpan di rumahnya.

Tapi, Atiek dan Bambang menjalani dilema. Pasalnya, ada yang ingin membeli Honda C70.

Yang berminat sudah puluhan orang. Ada yang terang-terangan menyampaikan kepada Bambang dan Atiek. Ada pula yang meninggalkan pesan di handphone.

Alasan ingin membeli bermacam-macam. Ada pembeli yang menyukai sepeda motor klasik. Ada pula yang membeli karena berharap “ketularan” menjadi orang sukses seperti Atiek dan Bambang.

“Ada-ada saja,” kata Bambang dengan senyum khasnya. (*)

 

 

 

 

 

Komentar