Beranda » Nasional » Akibat Penggunaan Air Tanah Berlebihan, Semarang dan Jakarta jadi Seperti Ini

Akibat Penggunaan Air Tanah Berlebihan, Semarang dan Jakarta jadi Seperti Ini

SLEMAN, ZonaJogja.Com – Hasil penelitian Dosen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM, Heri Sutanta PhD menyebutkan,  proses penurunan tanah di Jakarta dan Semarang lebih cepat dibandingkan kota besar lain di Indonesia.

Penurunan tanah  di Semarang dan Jakarta dipercepat  pemanfaatan air tanah yang berlebihan.

“Penggunaannya melebihi kapasitas imbuhan,” kata Heri kepada wartawan, 6 Januari lalu.

Di Semarang, misalnya. Dulunya, daerah tangkapan air Kota Semarang terdapat banyak kebun, tanah tegalan dan ruang terbuka.

Namun berubah menjadi kompleks perumahan, kawasan industri dan pembangunan infrastruktur lain. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya imbuhan di cekungan air tanah (CAT).

Kenaikan air laut global di Semarang saat ini mencapai 3-5 milimeter per tahun. Sementara penurunan tanah mencapai 9 cm.

BACA JUGA: Dibangun Tahun 1.742 Masehi, Masjid Ini jadi Tempat Nyantri Ranggawarsita dan HOS Cokroaminoto

“Ada kenaikan penurunan tanah 30 kali lebih besar dibanding kenaikan air laut global,” jelasnya.

Heri mengatakan, kota besar di Indonesia yang berada di pesisir antara lain Jakarta, Semarang, Samarinda, Makassar, Kupang dan Ambon.

Tanah di daerah pesisir ini terbentuk dari aluvial, karena hasil endapan sungai. Sehingga lebih mudah mengalami pemadatan dan akhirnya penurunan tanah.

Nah, faktor lokal penurunan tanah lebih berdampak terhadap kenaikan relatif permukaan laut di Semarang dan Jakarta.

Percepatan penurunan tanah ini mengakibatkan Semarang  sering dilanda banjir saat curah hujan tinggi.

“Karena posisi daratan di pesisir lebih rendah daripada air permukaan laut. Ini juga yang terjadi di Jakarta,” tambahnya.

BACA JUGA: Lokasinya di Sleman Barat, Dusun Ini Pernah jadi Laga Pertempuran Pangeran Diponegoro Melawan Belanda

Kata Heri, posisi daratan pesisir yang lebih rendah dari air permukaan laut  harus ditangani secara komprehensif.

Pemerintah perlu membuat kebijakan komprehensif. Yakni, mengatur pengambilan air tanah  dan menjaga imbuhan melalui perubahan pembatasan penggunaan lahan di daerah tangkapan air.

Daerah pemukiman dan industri di kawasan pesisir dilindungi dengan membangun tanggul laut.

Selanjutnya juga disiapkan pompa untuk mengalirkan air dari drainase ke sungai besar yang  menuju laut. (*)

Penulis:

Hobinya menulis, mendaki dan jalan-jalan...

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

PILIHAN REDAKSI

MLSC Yogyakarta Seri 1 jadi Debut SDN Baturetno, Bertarung hingga Perempat Final

  • 19 September 2026 22:34 WIB

Tim asuhan Yohanes Sidiq Wijaya berhasil  melaju hingga perempat final.

Tim Catur Kota Yogyakarta Juara Umum, Dapat 7 Emas 5 Perak 5 Perunggu

  • 25 Agustus 2026 19:52 WIB

Kejuaraan tahun ini  menjadi ajang mencetak prestasi para pecatur muda, termasuk  memburu tiket menjadi atlet daerah yang akan berlaga di tingkat nasional.

ESB Hadir di JIFHEX 2026, Bawa Solusi Sistem Operasional Bisnis Kuliner Terintegrasi

  • 29 Agustus 2026 17:06 WIB

Di JIFHEX 2026, pengunjung dapat mengenal langsung berbagai solusi teknologi ESB, berkonsultasi mengenai kebutuhan sistem operasional bisnis kuliner.

Lazismu DIY Salurkan Bantuan Rp 706 Juta, Masyarakat Makin Percaya Program Beasiswa Sang Surya

  • 12 September 2026 10:19 WIB

Ketua PWM  DIY, Ikhwan Ahada mengingatkan penerima beasiswa memaknai cita-cita KHA Dahlan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah.

Dukung Prioritas Kementerian Kesehatan, Herbalife dan Cita Sehat Luncurkan Program Pencegahan Stunting di Gunungkidul

  • 9 September 2026 16:14 WIB

Yayasan Cita Sehat akan bekerjasama dengan bidan desa, konselor laktasi, dan kader Posyandu untuk memberi pendampingan langsung kepada keluarga rentan.

Baca Naskah Pancasila di Gedung Agung, Budi Waljiman Mengaku Merinding

  • 18 Agustus 2026 16:17 WIB

Nilai-nilai Pancasila, gotong royong, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Lewat Aklamasi, Muktamar Kembali Pilih Afnan Hadikusumo Pimpin Tapak Suci

  • 9 Agustus 2026 14:02 WIB

Bukan hanya menjaga Tapak Suci tetap besar. Tetapi menjadikan semakin relevan, profesional, berprestasi, mandiri, dan berpengaruh.

Promosi Razr Fold di Yogyakarta, Motorola Hadirkan Pengalaman Foldable Premium

  • 6 Agustus 2026 16:41 WIB

Motorola Razr Fold juga menghadirkan pengalaman visual yang imersif melalui layar utama 8,1 inci 2K AMOLED dan layar eksternal 6,6 inci AMOLED.