Tutup
Kesehatan

Ini Ciri-Ciri Seseorang Lakukan Pelecehan Emosional, Salah Satunya Menyindir

208
×

Ini Ciri-Ciri Seseorang Lakukan Pelecehan Emosional, Salah Satunya Menyindir

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Gambaran kondisi korban pelecehan emosional. (dok. ZonaJogja.Com)

ZonaJogja.Com – Pernah mendengar pelecehan emosional? Ini adalah istilah yang dibikin buku oleh antropolog forensik, Prof  Etty Indriati.

Judulnya “Mengenal Pelecehan Emosional dan Proses Pemulihannya”. Buku ini menjadi bahan resensi di Gedung Perpustakaan UGM (29/11/2023).

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Etty mengungkapkan, jenis pelecehan bermacam-macam. Ada pelecehan emosi, pelecehan seksual, atau kekerasan fisik.

Kekerasan fisik meninggalkan luka memar bagi korban.

BERITA LAIN:

“Tapi, pada pelecehan emosi, secara fisik tidak terlihat. Karena yang terluka batinnya,” ujar Etty.

Seseorang yang mengalami pelecehan emosi sering mengalami keraguan. Pengalamannya masih dikategorikan perilaku wajar atau telah menjurus ke arah pelecehan.

Kata Etty, pelecehan emosi adalah pola konsisten berupa kontrol, kuasa, dominasi dan manipulasi.

Dilakukan dengan cara merendahkan, mendiamkan, mengabaikan, menyindir, menyalahkan dan mencurigai melalui perbuatan.

BERITA LAIN:

Atau dengan kata-kata yang diselingi kebaikan manis supaya penyintas bingung dan tetap tinggal dalam relasi.

“Pola ini umumnya bertahap, halus, dan tersembunyi sehingga sulit dideteksi,” kata Etty.

Emosi juga bisa dimanipulasi. Misalnya dengan menunjukkan sikap baik secara berkala untuk mendapatkan apa yang diinginkan, mengaburkan masalah.

Atau menggunakan emosi korban sebagai senjata untuk menyerang serta menciptakan realita palsu yang membingungkan korban.

Pelaku pelecehan emosi tak hanya lihai memanipulasi dengan kata-kata supaya korban merasa bersalah.

BERITA LAIN:

Tapi, juga menyangkal tidak melakukan. Lalu menyerang dengan menggeser fokus kembali korban, menuduh korban tidak stabil, memposisikan diri sebagai korban.

“Lalu, menyerang dengan menyatakan  pelaku berperilaku demikian karena korban yang menyebabkan,” terangnya.

Lantas, bagaimana mengatasi pelecehan emosi?  Antara lain berlatih membangun batasan dengan berani berkata “tidak” kepada orang lain.

Berani berkata “ya” pada diri sendiri. Dan, berlatih asertif.  Dukungan teman  juga menjadi faktor penting untuk meringankan beban emosi. (*)