Empat Jam, Penjual Burjo Ini Hanya Laku 6 Mangkok

YOGYAKARTA – Ujang, namanya. Laki-laki ini asli Bandung, Jawa Barat. Sudah lama tinggal di Kota Yogyakarta.
Sehari-harinya berjualan burjo. Pekerjaan ini telah dilakoni sepuluh tahun lebih. Setahun terakhir, Ujang mengaku sedang hidup prihatin.
“Suka atau tidak suka. Siap atau tidak siap, saya harus ikhlas menjalani kehidupan sekarang,” ujar pria yang tinggal di kampung Serangan, Kecamatan Ngampilan.
Pasalnya, pendapatan dari usahanya menjual burjo keliling terus merosot sejak terjadi pandemi virus corona di Indonesia.
Sebelum wabah COVID-19 meluluhlantakan semua sektor kehidupan, Ujang yang berusia 51 tahun ini membawa pulang uang dalam jumlah cukup.
BACA JUGA: Ini Aturan Baru Perjalanan Dalam Negeri Selama PPKM
Uang tersebut bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk mencukupi biaya sekolah anak-anaknya.
Tapi, kini. Ujang hanya bisa meratapi nasib. Pendapatan terus merosot. Sekadar diketahui, Ujang mulai menyiapkan burjo sejak malam hari.
Sekitar pukul 04.00, Ujang sudah keluar rumah. Rutenya dari kampung Serangan melewati Jalan KHA Dahlan.
Saat adzan subuh berkumandang, Ujang memarkir gerobak di Masjid Attakhim. Lalu, shalat Subuh.
Selanjutnya, pedagang burjo yang dikenal ramah dan suka bercanda ini menuju RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Di tempat ini, Ujang sehari-harinya mengais rejeki.
Burjo racikan Ujang disukai ratusan pelanggan. Mulai warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Gondomanan dan Ngampilan, pengendara, pedagang, sopir, ojek sampai tukang becak.
Termasuk keluarga pasien yang sedang dirawat di RS PKU Muhammadiyah.
BACA JUGA: Garebeg Ditiadakan, Keraton Yogyakarta Bikin 3 Ribu Rengginang
“Pagi adalah saat tepat menjual burjo,” kata Ujang memberi alasan.
Itulah sebabnya, Ujang tak menyia-nyiakan waktu pagi. Terutama pukul 05.00 hingga 10.00.
Sekarang, kondisinya telah berubah. Apalagi sejak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Pendapatannya jatuh. Hari ini saja, sejak keluar rumah pukul 04.00 sampai 07.00, ia hanya mengantongi pemasukan Rp 30 ribu. Atau setara hanya laku enam mangkok.
Tapi, Ujang bukan orang yang memiliki mental putus asa. Ia meyakini, kehidupan yang sedan dijalani sekarang adalah kehendak Tuhan.
Ia juga tak ingin menyalahkan siapa-siapa. Juga tak ingin protes penerapan PPKM, meski terdampak. Meski hidupnya dirundung susah.
“Sebagai wong cilik, saya hanya bisa manut. Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT,” ujarnya. (nik/asa)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Danais Support Pengembangan IoT di Pleret, Ajak Anak Muda jadi Petani Milenial
- 24 September 2026 18:36 WIB
Teknologi Internet of Things (IoT) diterapkan di lahan hortikultura dengan komoditas bawang merah, pare dan cabai.
MLSC Yogyakarta Seri 1 jadi Debut SDN Baturetno, Bertarung hingga Perempat Final
- 19 September 2026 22:34 WIB
Tim asuhan Yohanes Sidiq Wijaya berhasil melaju hingga perempat final.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY Meninggal Dunia
- 3 Oktober 2026 19:41 WIB
Kabar meninggalnya bendahara DPD Partai Gerindra DIY itu disampaikan melalui akun instagram Gerindra DIY.
Lazismu Kota Yogyakarta Launching “Program Laku” di Umbulharjo, Terpilih 10 UMKM Penerima Manfaat
- 15 Oktober 2026 07:37 WIB
Sebanyak 10 pelaku UMKM terpilih yang menerima intervensi program secara menyeluruh. Jumlah tersebut hasil skrining dari 64 pendaftar.
Lewat Aklamasi, Muktamar Kembali Pilih Afnan Hadikusumo Pimpin Tapak Suci
- 9 Agustus 2026 14:02 WIB
Bukan hanya menjaga Tapak Suci tetap besar. Tetapi menjadikan semakin relevan, profesional, berprestasi, mandiri, dan berpengaruh.
Pertamina Gelar SMEXPO di Pasar Ngasem
- 3 Oktober 2026 07:16 WIB
Pertamina SMEXPO melibatkan 48 UMKM. Lebih dari 6 ribu produk dijual. Ada kuliner, kerajinan, fashion, dan agribisnis.
Besok Gelaran WJNC di Jalan Malioboro, Jalan Ditutup Mulai Jam 13.00
- 6 Oktober 2026 07:57 WIB
Parade diberangkatkan dari Gedung DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
12 Atlet Penyandang Disabilitas Intelektual dari DIY Berlaga di PESONAS 2026
- 9 Oktober 2026 20:27 WIB
Paku Alam X meminta Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY bisa menjaga kesehatan para atlet.

Saat ini belum ada komentar