Lelung Jodog, Legendanya Masakan Daging Kambing di Bantul, Eksis Sejak 1993

ZonaJogja.Com – Menu gule balung. Populer dengan sebutan “lelung”. Inilah kuliner berbahan tulang kambing yang pernah ngehits di Kabupaten Bantul.
Lokasinya di Jalan Srandakan Km1 RT 04, Pandak, Jodog, Gilangharjo, Kapanewon Pandak.
Pemilik sekaligus pengelola Warung Lelung Jodog adalah Wardoyo dan Mujirah.
Menu gule balung kali pertama dikenalkan tahun 1993. Waktu itu, kuliner satu ini terdengar aneh dan tidak biasa.
Namun, perjalanan waktu yang membuktikan menu guleng balung ini memikat masyarakat penyuka makanan berat dari daging kambing.
BERITA LAIN:
- Sukses Garap Potensi Budaya Desa, Wahjudi Djaja Terima Anugerah Kebudayaan Sleman 2023
- Lomba Desain Logo Bidang Pemuda dan Olahraga, Hadiahnya Rp 5 Juta

LEGENDA: Gule kambing dan lelung di Jodog, Bantul. (ninik/zonajogja.com)
Pelanggan baru terus berdatangan. Warung Lelung Jodog menjadi pembicaraan di mana-mana.
Pembeli tak hanya datang dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul atau Yogyakarta.
Tapi juga berdatangan dari berbagai kota di Jawa. Bahkan, dari sejumlah daerah di Sumatera.
Warung ini mengalami kejayaan pada tahun 2000an. Per hari bisa melayani puluhan hingga ratusan pembeli.
Saking penuhnya, pembeli harus antri. Tempat ini juga sering macet karena diserbu puluhan mobil pribadi dan sepeda motor.
BERITA LAIN:
- Patung Adhikari Jaladara Bikin Cantik Kulon Progo, Lokasinya di Jalan Raya Wates-Yogyakarta
- Tegal Layang, Kampung Bersejarah di Bantul Barat, Pernah jadi Markas Askar Perang Sabil
Salah satu pelanggan setia adalah Aryo Winoto. Waktu itu, putera Notosuwito ini menjadi anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
Saat istirahat atau sedang menunggu jadwal sidang, Aryo menyempatkan diri menikmati gule balung.
“Rasanya memang enak. Bikin nagih. Saya kangen dengan rasanya,” kenang Aryo.
Selain gulai balung, juga ada menu sate, tongseng kepala, gulai babat, otak, kikil dan nasi goreng.
Enaknya gule balung juga diungkapkan Aris, pegawai di lingkungan Pemkot Yogyakarta.
BERITA LAIN:
- Teliti Saham di Bursa Efek Indonesia, Mahasiswa UMBY Raih #1 Best Paper
- Terima Tambahan Modal, Penjabat Walikota Minta Bank Jogja Tambah Alokasi Kredit bagi UMKM DIY
Aris mengaku beberapa kali menyambangi Warung Lelung Jodog. Biasanya siang hari saat makan siang.
“Rasanya memang beda. Apalagi disediakan sedotan untuk mengambil sumsum tulang,” ujarnya.
Saking banyaknya pelanggan, Warung Lelung Jodog sempat membuka cabang di Jalan Godean.
Kini, warung lelung telah berusia 30 tahun. Warung yang berada di pingir jalan ini tetap ramai dikunjungi pelanggan. (*)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Hongqi House Mampang jadi Pintu Rumah Pertama di Indonesia
- 26 September 2026 07:03 WIB
Hongqi memastikan pengalaman Neo-Chinese Luxury tidak hanya hadir melalui E-HS9, tetapi juga melalui cara pelanggan dilayani.
Ajak Masyarakat Gemar Membaca, DPAD DIY dan DPRD DIY Bedah Buku tentang Memaknai Hidup
- 23 September 2026 09:07 WIB
Buku merupakan hasil belajar bersama dari dinamika jatuh bangun membangun keluarga.
Hari Terakhir Pameran Pertanahan “Hamemayu Bumi Nagari”
- 9 September 2026 09:38 WIB
Ada tiga layanan yang dapat dimanfaatkan. Yakni, layanan kekancingan untuk pemanfaatan tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten, pembaruan dan perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) serta hak pakai.
UAD Gelar Kick Off PMB 2027, Siapkan Beasiswa Rp 17,7 Miliar bagi Mahasiswa Baru
- 12 Oktober 2026 14:54 WIB
Rrof Dr Muchlas MT mengajak para orang tua mempertimbangkan tiga faktor memilih perguruan tinggi.
Gandeng SMA Muhi, Lazismu Kota Yogyakarta Serahkan Beasiswa kepada 26 Pelajar
- 12 September 2026 11:02 WIB
Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani berharap penerima beasiswa menjadi orang hebat di masa mendatang.
Budi Waljiman Apresiasi Dedikasi Paskibraka
- 20 Agustus 2026 06:44 WIB
Pengalaman menjadi anggota Paskibraka tidak hanya berkaitan pelaksanaan tugas upacara kenegaraan
LPS Tekankan Tiga Kunci Penguatan Tata Kelola dan Mitigasi Risiko BPRS
- 15 September 2026 18:38 WIB
Tata kelola dan kepatuhan tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai pemenuhan kewajiban regulasi.
Klaim Vape Tidak Menyebabkan Diabetes Berpotensi Menyesatkan Publik, Pemerintah Diminta Waspadai Narasi Industri Rokok
- 19 Oktober 2026 07:17 WIB
Belum terbuktinya vape menyebabkan diabetes secara akdemis bukan berarti vape aman.

Saat ini belum ada komentar