Tutup
Kronika

Bikin Kalender Hijriah Global Tunggal, MTT PP Muhammadiyah Gandeng UAD

154
×

Bikin Kalender Hijriah Global Tunggal, MTT PP Muhammadiyah Gandeng UAD

Sebarkan artikel ini
SEMINAR: Kalender Hijriah Global Tunggal menjadi pedoman bagi Muhammadiyah dalam menentukan Hari Besar Islam. (ist)

ZonaJogja.Com – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelengarakan seminar nasional: Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Pelaksanaan seminar yang diikuti puluhan peserta ini bekerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Peserta adalah pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan PWA di  Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pada seminar yang dilaksanakan tanggal 5-6 Januari 2024, Majelis Tarjih dan Tajdid berikhtiar memberi kontribusi menyelesaikan perbedaan waktu. Misalnya penentuan Hari Besar Islam.

BERITA LAIN:

KONTRIBUSI: Sosialisasi diikuti pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan PWA di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. (ist)

“Sosialisasi KHGT sebelumnya sudah dilakukan di Medan dan  Mataram,” terang Ketua MTT PP Muhammadiyah, Dr Hamim Ilyas MAg saat memberi sambutan pada pembukaan seminar di Amphiteater Fakultas Kedokteran UAD (5/1/2024).

Hamim berharap, KHGT menjadi pedoman bagi Muhammadiyah dalam menentukan Hari Besar Islam.

KHGT sekaligus bisa menjadi rujukan bagi warga Muhammadiyah memberi jalan keluar terhadap polemik perbedaan penentuan Hari Raya Besar Islam.

Hamim mengatakan, salah satu solusi mengatasi permasalahan perbedaan penentuan Hari Besar Islam adalah membuat KHGT.

Penyusunan kalender dilakukan secara universal dengan satu hari satu tanggal yang berlaku seluruh dunia.

BERITA LAIN:

“Sehingga tidak lagi lagi perbedaan arah kiblat, waktu salat, penentuan Hari Besar Islam dan penentuan awal Hijriah,” kata Hamim memberi alasan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Agama Islam dan Kemuhammadiyahan UAD, Drs Parjiman MAg  menyatakan tajdid adalah bidang yang menjadi perhatian UAD.

Kata Parjiman, UAD bukan sekadar perguruan tinggi. Tetapi juga sebagai sarana pengkaderan, dakwah Islam, dan pengembangan tajdid Muhammadiyah.

Ia berharap sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal menjadi bagian dari UAD dalam pengembangan tajdid. (*)