oleh

Semangat Berkolaborasi, Anak-Anak Harus Dilatih Saling Mengapresiasi I oleh: Ali Audah SPd MA

SETIAP pengalaman dan kisah orang lain dapat menjadi pelajaran. Bahkan, pengalaman dan kisah kita pun dapat diambil sebagai bahan inspirasi bagi orang lain. Ini yang disebut Bandura sebagai reciprocal learning.

Menurut Vygotsky, metode ini dapat diterapkan oleh guru dengan mendorong siswa menjadi guru bagi sesama.

Alih-alih belajar dalam suasana penuh persaingan (kompetisi), metode reciprocal teaching dari Vygotsky ini menumbuhkan jiwa saling bekerja sama (kolaborasi).

Kemampuan kolaborasi ini akan sangat berguna bagi siswa saat mereka masuk ke dunia kerja.

BACA JUGA: Mural Itu Ekspresi, Doktor UGM Ini Minta Pemerintah Tidak Alergi Kritik

Ini adalah soft skill yang perlu mereka punyai baik sebagai pimpinan atau karyawan.

Anak yang tumbuh dalam jiwa kompetitif akan cenderung menganggap teman belajarnya sebagai “musuh” yang harus dikalahkan atau ditaklukkan. Kelak ketika masuk dunia kerja, anak akan mengembangkan komunikasi foe and dear.

Ada yang dianggapnya musuh, ada pula yang dianggap sahabat atau kekasih. Pola komunikasi ini dikembangkan berdasarkan rasa like or dislike, dan cenderung membuatnya berlaku tidak adil dan tidak profesional.

Keberhasilan kerjasama dalam tim hanya bisa dibangun jika seluruh anggota tim dan pimpinan memiliki rasa saling percaya, dan memahami tupoksi masing-masing.

Naik turunnya kepercayaan dan pemahaman tupoksi  akan sangat mempengaruhi kekompakan tim.

Jika kepercayaan dan pemahaman tupoksi ini rusak, hampir dapat dipastikan kerjasama tim akan berakhir pada kegagalan.

BACA JUGA: Kata Gandung Pardiman, Soeharto Berjasa Bebaskan NKRI dari Komunis

Pimpinan organisasi tertinggi harus segera berinisiatif mencegah kegagalan dengan mencairkan hubungan yang rusak.

Tidak harus dibuat dalam bentuk buka-bukaan yang malah dapat memperuncing kesalahpahaman.

Tetapi dapat diredam dalam aktifitas yang penuh kegembiraan dan persahabatan.

Sekolah harus mampu melahirkan pimpinan yang dapat menerapkan ice-breaking. Anak-anak harus dilatih saling mengapresiasi.

Bahkan, membantu keberhasilan temannya. Bukan malah mencibir atau bahkan menjegal langkah oranglain.

Selamat memulai aktifitas di awal pekan. (*)

  • Penulis adalah  Founder eBC  Smart Solution