Bagaimana Membedakan Obat Asli dan Palsu? Ini Caranya

SLEMAN, ZonaJogja.Com – Bagaimana cara membedakan obat asli dan palsu?
Berikut penjelasan Pakar Farmasi UGM, Dr rer nat Endang Lukitaningsih SSc MSi Apt. Kata Endang, salah satu ciri obat palsu adalah mudah hancur. Kadang juga bantat.
“Ini terjadi karena obat palsu diproduksi dengan kualitas berada di bawah standar yang semestinya,” kata Endang.
Antara lain nomor izin edar obat, nama dan alamat produsen, dan tanggal kadaluwarsa.
Berikutnya, kemasan obat. Masyarakat harus memastikan obat yang dibeli masih dalam keadaan tersegel.
Warna maupun tulisan dalam kemasan masih baik, tidak luntur, dan tidak dijumpai cacat lain.
Obat palsu biasanya tidak ada tanggal kadaluwarsa, juga nomor registrasi yang tidak sesuai. Periksa label kemasan obat.
“Memastikan obat itu asli atau palsu bisa di cek di laman BPOM,” katanya seperti dilansir ugm.ac.id.
BACA JUGA:
- 110 Pegawai Pemkot Yogyakarta Siap-Siap Pensiun, Dibekali Ilmu Wirausaha
- Tanpa Kemerdekaan Pers, Demokrasi Hanya Slogan Tanpa Makna
- BKKBN – Telkomsel Jalin Kerjasama, Fokus Cegah Stunting di Indonesia
Obat palsu diproduksi orang atau lembaga yang tidak memiliki izin produksi. Obat yang tidak layak edar atau kadaluwarsa yang dijual lagi juga termasuk obat palsu.
“Mengkonsumsi obat palsu berbahaya bagi tubuh, karena belum teruji efektivitasnya secara medis. Bisa jadi mengandung bahan yang berbahaya,” katanya mengingatkan.
Agar tidak tertipu, Endang mengajak masyarakat membeli obat di tempat penjualan resmi di apotek berizin.
Sebelum dikonsumsi, masyarakat harus mengenali efek obat. Apakah efek yang dirasakan sesuai klaim kegunaan obat.
(nik)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Tim Setmilpres ke Kulon Progo, Sambangi Museum Pawukon yang Diinisiasi GKR Bendara
- 11 Oktober 2026 09:58 WIB
Kitab ini disimpan di Museum Pawukon di Sidorejo, Lendah. Museum ini sekaligus menjadi daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal.
Menteri Kebudayaan Dorong Kolaborasi Kreatif Lewat IPCC 2026, Potensi Digarap Secara Produktif
- 6 jam yang lalu
Fadli optimistis jembatan kebudayaan yang dibangun melalui IPCC 2026 membuka peluang jejaring ekonomi kreatif.
76 Sekolah Ikuti MLSC Yogyakarta Seri 1, 1.294 Atlet Berlaga di Rumput Hijau
- 19 September 2026 22:04 WIB
MLSC bertujuan mempopulerkan sepak bola putri agar dapat membawa nama Indonesia ke pentas dunia di masa depan.
Dakwah Wisata, Suara Muhammadiyah Buka Toko Oleh Oleh 1915
- 11 Agustus 2026 13:07 WIB
Toko Oleh Oleh 1915 merupakan yang pertama dimiliki Muhammadiyah.
Jika Alami Ini, Segera Periksa ke Dokter atau Puskesmas
- 24 September 2026 19:36 WIB
Virus influenza dapat ditularkan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi melalui droplet saat bicara, batuk, dan bersin.
Baca Naskah Pancasila di Gedung Agung, Budi Waljiman Mengaku Merinding
- 18 Agustus 2026 16:17 WIB
Nilai-nilai Pancasila, gotong royong, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY Meninggal Dunia
- 3 Oktober 2026 19:41 WIB
Kabar meninggalnya bendahara DPD Partai Gerindra DIY itu disampaikan melalui akun instagram Gerindra DIY.
LPS Tekankan Tiga Kunci Penguatan Tata Kelola dan Mitigasi Risiko BPRS
- 15 September 2026 18:38 WIB
Tata kelola dan kepatuhan tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai pemenuhan kewajiban regulasi.

Saat ini belum ada komentar